TASIKMALAYA – mpginews.id– Program Pengembangan Sektor Ekonomi Produktif Terpadu di Kampung Ciloa, Desa Cikadu, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, yang meliputi peternakan sapi, ikan nila, serta perkebunan timun dan kangkung, menuai sorotan. Program yang didanai APBD Provinsi Jawa Barat ini diduga tidak transparan. Saat tim jurnalis mpginews.id hendak meminta konfirmasi, Kepala Desa Cikadu tidak ada di kantor.
Proyek Ekonomi Didanai APBD Provinsi, Tanpa Papan Transparansi
Proyek yang melibatkan tujuh ekor sapi, budidaya ikan nila, dan perkebunan ini baru saja dimulai.
Sumber anggaran proyek berasal dari Perubahan Ketiga atas Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 30 Tahun 2024 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.
”Namun di lokasi, tidak ditemukan adanya papan informasi atau plang transparansi anggaran. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat Kampung Ciloa. Mereka mempertanyakan keterbukaan pihak desa terkait alokasi dana dan mekanisme pelaksanaan program.
Kepala Desa tidak ada di kantor waktu jam kerja Warga Minta Penerangan Jalan
Pada Kamis, 18 September 2025, tim jurnalis mpginews.id mendatangi kantor Kepala Desa Cikadu untuk meminta klarifikasi, Sayangnya Kepala Desa tidak berada di tempat. Ketiadaan kepala desa ini membuat tim tidak bisa mendapatkan informasi yang akurat terkait program tersebut dan alasan tidak adanya papan transparansi.
”Selain itu, warga Kampung Ciloa juga mengeluhkan penerangan jalan umum (PJU) yang sudah lama mati. Mereka berharap ada tindakan cepat dari pihak desa untuk memperbaiki lampu jalan demi keamanan dan kenyamanan aktivitas malam hari.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Cikadu. Masyarakat berharap ada respons segera dan tindak lanjut, baik terkait transparansi anggaran program ekonomi maupun perbaikan fasilitas publik yang menjadi kebutuhan mendesak. (Iki)
Waduh ! Program Ekonomi Desa Diduga Bermasalah Kades Cikadu Susah Ditemui







Komentar