Viral Diberitakan Miring Di Salah Satu Media Online Berikut Klarifikasi Istri Kades Talalgasasari Kec. Banjarwangi Garut

Garut – MPGI News.id – Sabtu, 16/3/2024 Terkait pemberitan yang firal seorang istri kepala desa talagasari (ISL) akhirnya buka suara, karena menurutnya berita tersebut tdak sesuai dengan fakta di lapangan, dan menurutnya, Ini fakta yang sebenarnya dia alami.

Berdasarkan keterangan saksi dan secara langsung disampaikan oleh istri kepala desa talagasari sendiri dan sesungguhnya di alami olehnya.

Dalam kondisi sadar memaparkan kepada wartawan mpginews.id bahwa Informasi ini langsung dari keterangan yang bersangkutan saat di lakukan konfirmasi terkait kejadian tersebut akhirnya istri kades talagasari berkenan menceritakan semuanya.

Berikut kronologisnya:

Pada hari jumat, 15/3/2024 sekitar pkl 14:00 wib. tepatnya usai menghadiri kegiatan lokmin di kantor kecamatan yang bersangkutan tidak langsung pulang ke rumahnya, melainkan pulang kerumah rekan sesama istri kapala desa tetangga ujarnya.

Selanjutnya (ISL) ikut pulang bersma teman sejawat nya, stelah tiba di rumah ibu kades pada hurip ngobrol ngbrol dulu sebentar, karena saat mau pulang kondisi cuaca masih hujan, dan malah asik ngobrol hingga pukul 17 :00 wib. Saat sedang lasik asiknya ngobrol hanpone (ISL) berbunyi tanda ada pesan masuk, isi WA tersebut salah satu temannya yang inisial (SS) mengajaknya untuk hiburan tepatnya karaokean di rumahnya.

Dikarenakan hujan masih juga belum reda yang bersangkutanpun juga sempat menolak tapi karena sudah lama chatnya WA juga di tutup ungkapnya.

Namun tidak lama kemudian datang lah sebuah mobil pikup warna hitam, di dalam mobil tersebut ada dua orang, sopir yang ber inisial (Yd) dan suami (ss) yang beriniisial (IF) kedatangan barkata bahwa mereka ditugaskan untuk menjemputnya, tanpa pikir panjang istri kades talaga sari naik mobil dengan harapan sekalian pulang karena satu arah ke rumahnya mengingat di luar masih hujan.

Setelah berangkat ia malah di ajak berhenti di rumah (ss) istri (IF) dan tanpa pikir panjang ia pun masuk rumah, saat masuk sudah ada (ss) dan salah sseorang laki laki (oknum rw) sudah menunggu di suatu ruangan dan terlihat sudah ada minuman berjejer di atas meja.

Setalah duduk satu menit di salah satu meja sudah ada minuman jenis kawa kawa dan ia pun di tawarkan minum oleh (ss) dan di suguhkan oleh suaminya (IF) dan menyuruh istri kades talagasari agar di minum, karena tidak biasa yang bersankugan sempat menolaknya, dan meminta minuman teh pucuk, karena teh pucuk tidak ada akhirnya dengan terpaksa meminum minuman yang sudah di sediakan oleh (ss), karena tidak ad kecurigaan dan dipaksa olehnya agar minum, akhirnya diapun meneguk minuman yang tidak biasa dikonsumsinya.

Habis dua – tiga gelas mulai dirasakan pusing dan di situlah ia pun mulai lunglai, dalam keadaan setengah sadar dan tidak biasa mengkonsumsi minuman keras seperti itu, otomatis mabukpun tak bisa dihindari, melihat keadaan tersebut yang bersangkutan di suruh (ss) untuk berjoget bersama sopir berinisial (IF) dan sopir tersebut juga mengajak istri kades talagasari untuk berjoget ria, tanpa pikir panjang dan namanya sudah terpengaruh alkohol, ia pun menurut saja diajak untuk berdiri dan di peluk sambil joget sempat di gandeng dan mau di cium olehnya namun (ISL) ini masih sempat meronta dan sempat mengeluarkan kata kata anjing, jangan sambil mencium saya ungkapnya.

Karena sudah tidak sadar dan entah sudah jam berapa, dan mulai sadar, melihat bajunyapun sudah ada yang mengganti, etah siapa yang menggantinya, cuma ia sempat menanyakan yang saya pakai ini baju siapa, yang jadi pikiran dalam hatinya siapa yang mengganti bajunya?.

Selama dalam keadaan mabuk semua aktifitas dan kejadian ditempat tersebut sudah ada seseorang yang mengambil vidio menggunakan hanpone tanpa meminta ijin terlebih dahulu, ketika ditanyakan dia beralasan buat arisip pribadi.

Namun ternyata vidio tidak pantas yang di lakukan saat dirinya tidak sadar, dari awal sampai akhir tersebut disebar luas di medsos sehinga timbul kegaduhan dan reaksi dari masyarakat, karena dianggap tidak pantas seorang istri kepala desa melakukan hal yang tidak terpuji pungkasnya.

Ditempat dan waktu berbeda seorang warga desa talagasari juga menerangkan, Karena adanya vidio beredar di masyarakat sampai ke tokoh tokoh agama di desa talagasari sempat menegur kepala desa yang notabene suaminya, bahkan datang ke kantor desa meminta pertanggung jawaban ke kepala desa, alih allih masyarakat dan tokoh tersebut meminta turun dari jabatan kepala desa talagasari, ujarnya

Peristiwa ini menimbulkan tanda tanya bagi saya, apakah sudah ada skenario yang disusun sedemikian rupa sehingga dampaknya melebar sampai-sampai kepala desa mau di makjulkan.

Yang menjadi pertanyaan, seorang BPD pun ikut turun mendemo kepala desa, Malah yang lebih tidak masuk akal lagi, justru BPD melakukan lapor sana lapor sini, dan meminta tanda tangan dari tokoh untuk menurunkan kepala desa talagasari.

Diduga kuat hal ini sudah di rencanakan, karena informasi yang terhimpun menunjukan bahwa sudah direncanakan kepengurusanya untuk aksi demo, tersusun, dan terorganisir dari setiap kampung walaupun tanpa kompirmasi, yang di tunjuk untuk di jadikan korwil yang bertugas mengkordinir massa untuk melakukan aksi/demo, apakah seperti itu tupoksi seorang BPD.

Seharusnya BPD mejadi wadah dan harus memberi penjelasan kepada masyarakat terkait apapun, alasannya semua berkaitan dengan pemerintahan, agar tidak menimbulkan asumsi di masyarakat dan mampu membersihkan nama baik pemerintahan agar tidak mnimbulkan keresahan ditengah masyarakat, melakukan koordinasi minimal dengan perangkat desa maupun dengan kepala desa itu sendiri, harapanya agar permasalahan yang ada dapat terselesaikan, dan memberikan solusi ke arah yang lebih baik, bukanya justru di goreng sendiri

Namun yang terjadi malah sebaliknya, oknum bpd malah membuat narasi untuk memecah belah masyarakat desa talagasari dengan mendatangi camat, dan meminta supaya kepala desa di turunkan katanya.

Adapun yang di tunjuk sebagai korwil dengan cara di bokong yang di anggap olehnya sebagai tokoh, padahal dari segi usia sebagian belum bisa di bilang tokoh karena masih di pertanyakan ketokohanya, pungkas ujang muslih, warga desa talagasari. (Iis cahya sumirat)

Publisshare :Red/03-S.A

Komentar