Airmata  Warga yang Dirampas Tanahnya Kebun Karet di Hancurkan Oleh Oknum PT.SMS Menjadi Sorotan Publik

MpgiNews.id, Ketapang Kalbar –  Walau Viral di media masa online lokal maupun nasional soal semakin meraja rela oknum oknum  penjajah dari pihak perusahan PT.SMS yang membabi buta membabat tanaman masyarakat serta merampas tanah tanah ulayat adat hingga tidak berprikemanusiaan,Dan tidak melihat banyaknya teriakan serta airmata masyarakat desa yang haya bertahan hidup dari hasil perkebunan karet mereka demi masa depan anak cucu mereka.

Gejolak semakin memanas di Desa Mensubang, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang. Warga setempat melaporkan dugaan perusakan dan perampasan hak atas tanah ulayat mereka oleh pihak PT. SMS Mukti, perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah tersebut yang jelas melanggar hak asasi manusia (HAM).

Dari informasi masyarakat Tim Investigasi awak media yang dilakukan oleh Kusjaya  pada 26 Desember 2024 menemukan bahwa kebun karet milik masyarakat setempat, yang telah digarap bertahun-tahun selama ini telah tergusur rata dengan tanah tanpa pemberitahuan oleh pihak PT.SMS degan semena mena bagikan penjajah Belanda dan Jepang.

Dilokasi  hanya terlihat alat berat jenis alat berat jenis  ekskavator terparkir di sekitar area kebun yang sudah rata dengan tanah milik masyarakat.

Salah satu korban, bapak Misran, seorang warga Desa Mensubang yang akrab disapa Pak Mok, mengungkapkan kepada awak media, bahwa warga akan segera membawa persoalan ini ke Kepala Desa untuk menuntut ganti rugi atas perusakan yang terjadi.

Kami tidak akan menyerahkan hak atas tanah kami kepada perusahaan. Kami ingin keadilan atas tanam tumbuh yang telah dirusak semena mena oleh para penjajah oknum perusahan,” tegasnya.

Misran menambahkan, peringatan dari masyarakat dan surat resmi dari kepala desa kepada PT. SMS Mukti tidak pernah digubris oleh para oknum penjajah tersebut.!!..

Aktivitas kezohliman oknum oknum yang ada di perusahaan tetap berjalan meskipun warga sudah berulang kali meminta penghentian operasi di lahan yang dirampas semena mena saat ini  disengketakan.

Misran dan warga Desa Mensubang mendesak para pemimpin negri di negara saat ini  serta pemerintah pusat dan aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas,dalam pernyataan bersama, Mereka meminta presiden Prabowo Subianto turun tangan untuk para pelaku penjajah oknum oknum perusahaan,  Selain itu, warga juga berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Pipit Rismanto segera mengambil langkah hukum tegas terhadap para pelaku penjajah oknum PT. SMS Mukti.

“Terang Misran lagi , Kami sudah kehabisan kesabaran, Lahan kebun kami dirusak, hak kami dirampas. Kami mohon agar ada penegakan hukum yang adil,” ujar warga para korban penjajah  yang berada dilokasi  dengan nada geram,yang juga ada yang berlinang air mata melihat kekejaman para penjajah dari oknum perusahan PT.SMS

Saat ini Kepala Desa Mensubang dilaporkan tengah mempersiapkan langkah hukum untuk membantu warganya mendapatkan keadilan. Dalam waktu dekat, pihak desa akan mengajukan laporan resmi kepada negara  pemerintah pusat,daerah dan instansi terkait untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di masyarakat akibat perbuatan kezholiman perusahaan.

Situasi di Desa Mensubang menjadi potret dari konflik agraria yang masih besar di Kalbar dan terjadi di Indonesia. Diperlukan perhatian serius dari negara  pemerintah dan aparat untuk memastikan hak masyarakat adat dan lokal tetap terlindungi dalam menghadapi ekspansi perusahaan besar yang menjadi penjajah masyarakat kecil di desa.

Sebelum berita ini diterbitkan tim awak media mencoba lakukan konfirmasi pada pihak PT SMS melalui via telpon dan cet WhatsApp namun tidak ada jawaban sama sekali padahal perbuatan oknum oknum yang ada di perusahaan tersebut jelas luar biasa kekejamannya kepada rakyat kecil di desa.

Awak media minta keseriusan negara memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat desa dan hak hak Ulayat adat yang di rampas semena mena oleh perusahaan dan menjamin secara jelas keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang benar benar adil,jika bukan rakyat pemimpin negri ini tidak bisa berbuat apa apa…

Berita Bersambung…….

Laporan: Kusjaya
Sumber: Misran Warga Masyarakat Selaku Korban 

Red//Garuda 🇲🇨

Komentar