Heboh Beredar Informasi Oknum Kepala Desa Diduga  Telah Menjual Tanah Wakaf Hingga Menjadi Perbincangan Buah Bibir  Warganya

MpgiNews.id – Ketapang Kalbar

Heboh Beredar Informasi Oknum Kepala Desa Diduga  Telah Menjual Tanah Wakaf Hingga Menjadi Perbincangan Buah Bibir  Warganya

Kacau adanya tanah wakaf di jadikan lahan galian C oleh oknum kades tidak pernah meminta persetujuan masyarakat nya,sampe sampe masyarakatnya di buat heboh ,!!! 

Dalam sepekan terakhir ini masyarakat di wilayah Desa Istana ricuh adanya informasi beredar deras di beberapa pembicaraan dimana pun tempat masyarakat ngumpul baik di wilayah kampung dan warung kopi di sekitar kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang Provinsi Kalbar terdengar kabar kalau Oknum Kades mereka Diduga tanah wakaf dijadikan Galian C di keruk mengunakan Exsa dan jual tanah wakaf tersebut  degan cara di angkut pakai dum truk.

Informasi beredarnya kalau tanah wakaf tersebut di keruk dan digunakan sebagai galain C oleh oknum kades menjadi pertanyaan warga sekitar sebab tanah  wakaf di jadikan lokasi galian C dijual dengan  angkutan Dum Truk tamap ada pertemuan dengan seluruh  masyarakat Desa Istana Kecamatan Sandai ucap salah satu warga Rabudin ( Bukan Nama Aslinya ) dan Rz kepada awak media saat memberikan keterangan pada hari Minggu 7 April 2024 wib.

Menurut Rabudin serta Rz menuturkan soal adanya permasalahan informasi yang beredar dikalangan masyarakat tersebut tersebar dimana mana dan hingga menjadi buah bibir masyarakat baik bapak bapak,Ibu ibu dan para pemudanya dari yang tua hingga para remaja ,” Degan semakin menjadi tofik perbincangan warga baik di warkop maupun di tempat tempat berkumpulnya masyarakat Desa Istana .

Salah satu tem Ivestigasi awak media mencoba menelusuri apa benar adanya cerita informasi soal oknum Kades  telah menjual tanah wakaf dengan cara dijadikan lahan galian C  tersebut maka tim investigasi  datang ke kantor desa namun sang oknum kepala desa dan setaf desa memilih bungkam dan memilih menghindari awak media dengan cara lari keluar kantor desa tempa mengucapkan sepatah kata pun juga kepada awak media saat di tanya.

Aneh tapi nyata itulah yang dilakukan sosok kepala desa sebagi pemimpin ko seperti nya tak ada tata kerama dan bagikan orang bisu dan tak seperti orang yang memahami aturan sosok seorang pemimpin sebagi kepanjangan tanggan pemerintah kecamatan dan kabupaten,serat sebagi pelayan pengayom masyarakat padahal aturan UU jelas jika pemerintah dari tingkat desa dan siapapun juga wajib melayani dan memberikan informasi kepada masyarakat dan awak media yang jelas dan benar,sebab awak media juga datang di kantor desa tersebut degan cara baik baik dan mengacu dalam peraturan UU maupun adab dan adat sebagi manusia degan permisi alias mengucapkan salam.

Degan adanya perlakuan bungkam sang oknum kepala.desa serta para setaf nay awak media  tak memilih putus asa awak media pun mencoba terus mencari informasi serta data sebelum berita ini diterbitkan, pada malam harinya awak media mencoba menemui tongkrongan warga di salah satu warkop di Sandai ,” eh ternyata benar,?? informasi yang membuat resah soal dugaan sang oknum kades buat tanah wakaf jadi lahan galian C dan  menjual tanah wakaf desa tutur salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya dan saat itu mereka juga lagi tengah berdiskusi degan salah satu tokoh masyarakat di wilayah Desa Istana soal cerita tentang tanah wakaf yang di duga kuat telah jadi lahan galian C, di jual sang oknum kepala desa mereka per satu Dum Truk.

Sambil menikmati secangkir kopi awak media duduk nimbrung ikut mendengar cerita mereka seorang tokoh masyarakat tersebut coba ditanya tim Ivestigasi membenarkan hal tersebut,iya  mengatakan ini lah, jadi simpang siur informasi yang menjadi buah bibir masyarakat dan hingga membuat resah ngak tentu pasal cetusnya,

Masih ucap,”  sang tokoh masyarakat yang salah satu setaf desa,  dirinya aja selama ini  soal apapun yang berbau program adanya bunyi uang tidak  pernah di libatkan walaupun dirinya termasuk orang salah satu aparat desa istana,!! Contoh kecil tambah sang tokoh masyarakat yang mana engan menyebutkan namanya tersebut soal bantuan hewan ternak kambing yang sempat viral di media dan menjadi tofik hangat pembicaraan masyarakat dirinya ngak tau dan ngak pernah di libatkan padahal jelas itu mengunakan Dana DD Desa tapi ternyata bantuan ternak hewan kambing itu malah banyak kelompok nya mengundurkan diri dan hewan hewan bantuan itu malah banyak yang mati.” sekarang sisanya tinggal beberapa ekor saja ucap sang tokoh masyarakat tersebut yang juga salah satu pegawai desa

Ditempat yang sama seorang warga yang pernah menjadi setaf desa  juga menyampaikan kalau sering kali oknum kepala desa tersebut mengatakan kalau dirinya tidak takut siapa puan baik Wartwan dan LSM sebab saya kenal dekat dengan  salah satu oknum Wartawan….Red…!! dan siapapun LSM  Wartwan..Red…!! maupun pemilik  Media..Red..!! ngak ada yang berani ama oknum wartawan yang diduga beking kepala desa tersebut,!! Kata pak kades kawan nya Wartawn tu,” Sangat dekat ama apart dari pusat maupun daerah dan semua  penegak hukum dan petinggi petinggi di APH ucap warga menuturkan bahasa oknum kades mereka  tersebut.!!

Degan adanya cerita ini,dan keterangan warga serat salah satu pegawai kantor desa di warkop malam ini,”  sangat lah menarik sekali dan dapat di simpulkan bahwa teryata keberanian oknum kepala desa tersebut teryata ada nya dugaan bekingan dari oknum salah satu wartwan,..Red…!! patut menjadi catatan bagi semua profesi dalam hal ini sekiranya adanya oknum yang mengatasnamakan Wartwan dan media,”  perusahaan kita sebagai profesi kiranya segera di tindak tegas oleh APH jika terbukti ,” sebab citra jurnalis profesi dan kita yang sebagi kontrol sosial jelek di mata publik masyarakat adanya dugaan oknum yang menjadi beking sesuatu pejabat untuk melakukan penyimpangan  kesalahan merugikan masyarakat dan menyengsarakan  masyarakat luas.

Sumber: Tim Investigasi Media 

Wartwan: Julman 

Red: Aktivis 98/Jn

Komentar