Kota Sorong, Papua Barat Daya – MPGI NEWS.ID//Pemerintah Kota Sorong bersama Anggota DPR RI Komisi IV, Robert Yopi Kardinal, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada puluhan kelompok tani di Kota Sorong. Bantuan berupa mesin pompa air dan hand sprayer tersebut diserahkan di halaman Kantor Dinas Pertanian Kota Sorong, Jalan Sorong–Klamono Kilometer 14, Jumat (7/8/2026), sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, SH., M.AP., yang diwakili Asisten I Setda Kota Sorong, Jeremias Gembenop, S.Sos., M.H., mengatakan bahwa Pemerintah Kota Sorong terus menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah meskipun Kota Sorong dikenal sebagai kota jasa dan perdagangan. Menurutnya, keberadaan para petani memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Jeremias menjelaskan bahwa bantuan mesin pompa air akan membantu petani mengatasi persoalan kebutuhan irigasi, terutama saat musim kemarau, sedangkan hand sprayer diharapkan mampu mempermudah pengendalian hama dan penyakit tanaman secara lebih efektif. Dengan dukungan peralatan tersebut, pemerintah optimistis hasil produksi pertanian akan meningkat, biaya operasional petani menjadi lebih ringan, dan kualitas hasil panen semakin baik.
Ia juga mengingatkan seluruh kelompok tani agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan dirawat dengan baik sehingga memiliki umur pakai yang panjang. Pemerintah berharap setiap kelompok dapat menggunakan peralatan tersebut secara bergantian sesuai kebutuhan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh anggota kelompok tani.
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Komisi IV, Robert Yopi Kardinal, menegaskan bahwa bantuan alsintan tersebut merupakan hasil aspirasi masyarakat yang diperjuangkan melalui Kementerian Pertanian. Ia menyebutkan sebanyak 34 kelompok tani menerima bantuan hand sprayer, sementara sebanyak 11 unit mesin pompa air diberikan kepada kelompok tani yang membutuhkan sarana irigasi.
Menurut Robert, program bantuan pertanian tersebut bukanlah yang pertama, melainkan telah memasuki penyaluran tahap ketiga dan akan terus berlanjut sesuai kebutuhan masyarakat. Selain alsintan, pemerintah pusat melalui aspirasi Komisi IV DPR RI juga telah menyiapkan berbagai program pemberdayaan lain seperti bantuan ayam petelur, budidaya ikan bioflok, hingga bantuan ternak babi yang tahun ini akan disalurkan kepada sepuluh kelompok peternak di Kota dan Kabupaten Sorong.
Setiap kelompok peternak babi nantinya akan menerima sepuluh ekor ternak yang terdiri atas satu ekor pejantan dan sembilan ekor indukan betina. Skema tersebut diharapkan mampu mempercepat pengembangan populasi ternak sehingga ke depan kelompok penerima manfaat dapat membantu kelompok lain melalui sistem pengembangbiakan yang berkelanjutan.
Robert menegaskan bahwa seluruh bantuan yang berasal dari pemerintah pusat akan diawasi secara langsung agar benar-benar diterima oleh kelompok sasaran. Pengawasan tidak hanya dilakukan oleh dirinya sebagai wakil rakyat, tetapi juga melibatkan Dinas Pertanian serta penyuluh pertanian dari pemerintah pusat untuk memastikan seluruh bantuan tersalurkan sesuai data dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya rutin turun ke lapangan untuk melihat perkembangan kelompok penerima bantuan, mulai dari peternakan ayam, budidaya ikan bioflok hingga sektor pertanian lainnya. Dari hasil pemantauan tersebut, sebagian besar kelompok telah menunjukkan perkembangan yang baik. Meski demikian, Robert mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga pada kemampuan kelompok dalam mengelola usaha dan manajemen keuangan.
“Pemerintah hanya membantu pada tahap awal. Setelah beberapa bulan, kelompok harus mampu mandiri, membeli bibit sendiri dan mengembangkan usahanya. Karena itu manajemen keuangan menjadi hal yang paling penting agar usaha mereka terus berjalan,” ujarnya.
Robert juga menjelaskan bahwa penyaluran aspirasi di wilayah Papua Barat Daya disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah. Kabupaten Tambrauw, misalnya, memperoleh bantuan bibit nilam dan kelapa dalam jumlah ribuan pohon, sedangkan wilayah kepulauan seperti Misool juga menerima belasan ribu bibit kelapa sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Sementara itu, Pemerintah Kota Sorong berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, DPR RI, serta kelompok tani terus diperkuat sehingga berbagai program pemberdayaan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi pertanian, kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di Kota Sorong dan Papua Barat Daya secara berkelanjutan.
(TK)







