Perkuat Pengelolaan Sampah, Bank Papua Salurkan Enam Kendaraan Roda Tiga dan Ribuan Bibit Pohon Kepada DLH Pemprov PBD

 

SORONG, Papua Barat Daya –MPGI NEWS. ID//Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemprov Papua Barat Daya menerima bantuan enam unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah dan 2.100 bibit pohon dari Bank Papua melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Bantuan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus memperluas gerakan penghijauan di seluruh wilayah Papua Barat Daya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, menyampaikan apresiasi kepada Bank Papua atas dukungan yang diberikan kepada pemerintah daerah dalam upaya menjaga kualitas lingkungan hidup. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha merupakan bagian penting dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks akibat pertumbuhan pembangunan dan perubahan iklim.

Julian mengatakan, bantuan CSR tersebut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menunjukkan adanya kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Ia berharap langkah Bank Papua dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain, termasuk sektor perbankan dan dunia usaha yang beroperasi di Papua Barat Daya, agar turut mengambil bagian dalam mendukung program pelestarian lingkungan.

“Pembangunan daerah tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. Aspek lingkungan harus berjalan beriringan agar pembangunan yang dilakukan benar-benar berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kerusakan lingkungan yang tidak dikendalikan dapat memicu berbagai bencana, mulai dari banjir, longsor hingga dampak perubahan iklim yang semakin nyata dirasakan masyarakat. Karena itu, menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam menjadi tanggung jawab bersama.

Enam unit kendaraan roda tiga yang diterima DLH Papua Barat Daya akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional kelompok-kelompok pengelola sampah di tingkat masyarakat. Kendaraan tersebut akan membantu proses pengumpulan, pengangkutan, serta pemilahan sampah sehingga pengelolaan limbah rumah tangga menjadi lebih efektif dan efisien.

DLH Papua Barat Daya juga telah menyiapkan skema distribusi kendaraan tersebut berdasarkan kebutuhan di lapangan. Satu unit akan disalurkan ke Kabupaten Raja Ampat, dua unit untuk Kabupaten Sorong, sementara unit lainnya akan dimanfaatkan di Kota Sorong dan sejumlah wilayah lain yang membutuhkan dukungan sarana pengelolaan sampah.

Julian menegaskan bahwa seluruh kendaraan yang diberikan akan berada dalam pengawasan pemerintah agar benar-benar digunakan sesuai peruntukannya. Pengawasan dilakukan untuk memastikan bantuan tersebut dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat yang aktif melakukan pengelolaan sampah dan bukan digunakan untuk kepentingan di luar program lingkungan.

Selain kendaraan operasional, Bank Papua sebelumnya juga menyerahkan sebanyak 2.100 bibit pohon mahoni kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya pada momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2026. Bibit tersebut menjadi bagian dari program penghijauan yang terus digencarkan pemerintah provinsi dalam meningkatkan tutupan vegetasi dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Menurut Julian, selain mahoni, DLH Papua Barat Daya juga terus menyiapkan berbagai jenis tanaman penghijauan lainnya seperti ketapang kencana, trembesi, dan pucuk merah yang akan ditanam di berbagai kawasan strategis. Program penghijauan tersebut menjadi salah satu langkah preventif dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memperbaiki kualitas udara di wilayah Papua Barat Daya.

Ia mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota, pelaku usaha, lembaga pendidikan, komunitas lingkungan, hingga masyarakat untuk memperkuat gerakan menanam pohon sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menghadapi ancaman perubahan iklim global.

“Kita tidak boleh menunggu sampai bencana datang baru mulai peduli terhadap lingkungan. Gerakan menanam pohon dan menjaga kebersihan harus menjadi budaya bersama agar Papua Barat Daya tetap hijau dan lestari,” katanya.

Julian juga menekankan bahwa pengelolaan sampah saat ini telah menjadi salah satu prioritas nasional sehingga pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih melalui pengalokasian anggaran untuk pengadaan sarana dan prasarana pendukung. Menurutnya, dukungan CSR dari dunia usaha sangat membantu, namun komitmen pemerintah tetap menjadi faktor utama dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Sementara itu, Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Papua, Matheus Mual, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Papua dalam mendukung pembangunan berwawasan lingkungan di Papua Barat Daya. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga kualitas lingkungan hidup.

Ia berharap enam unit kendaraan roda tiga dapat meningkatkan efektivitas pengangkutan sampah di tingkat masyarakat, sedangkan ribuan bibit pohon yang telah diserahkan sebelumnya mampu mendukung program penghijauan yang sedang dijalankan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha, Pemprov Papua Barat Daya optimistis upaya memperkuat pengelolaan sampah, memperluas penghijauan, serta membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan akan semakin berkembang. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan Papua Barat Daya yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim yang terus meningkat.

(TK)