MPGINEWS.ID ~ SINGKAWANG, KALBAR — Suasana Kota Singkawang semakin semarak dengan digelarnya Singkawang Moon Cake Festival 2026 yang berlangsung di kawasan Jalan Sejahtera, tepat di depan kawasan Pekong Pusat Singkawang, Senin malam, 21-September-2026.
Festival yang mengusung semangat tradisi, budaya dan penggerak ekonomi masyarakat tersebut dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 21 hingga 27 September 2026.
Pembukaan festival berlangsung meriah dan dihadiri masyarakat, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, pejabat daerah serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Singkawang.
Sejumlah tamu undangan terlihat hadir, di antaranya Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, S.E., M.H., Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan, S.I.K., Komandan Kodim (Dandim) 1202/Singkawang, Letkol Arh Muhammad Ivan Juniar, S.I.P., Kejaksaan, anggota legislatif, pejabat pemerintah daerah dan sejumlah tokoh masyarakat.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Meski kegiatan berlangsung pada malam hari dan sempat diguyur hujan, kawasan festival tetap dipadati pengunjung yang datang untuk menikmati berbagai sajian kuliner, kue bulan, produk UMKM, kerajinan tangan hingga berbagai produk khas Kota Singkawang.
Ketua Panitia Singkawang Moon Cake Festival 2026, Athong, mengatakan kegiatan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya.
Menurutnya, festival berlangsung selama tujuh hari dan panitia memberikan ruang kepada masyarakat serta pelaku UMKM untuk ikut berjualan melalui stan atau tenda yang telah disediakan.
“Kegiatan Moon Cake Festival ini selama tujuh hari. Panitia juga menyewakan stan atau tenda untuk pedagang dan UMKM kepada warga masyarakat. Biaya sewanya sebesar Rp3,5 juta selama tujuh hari. Saat ini yang sudah mendaftar sebanyak seratus lebih pedagang,” ujar Athong.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan momentum budaya masyarakat Tionghoa yang berkaitan dengan tanggal 15 bulan 8 kalender lunar/Imlek.
“Kegiatan Moon Cake Festival ini yang ke-2 kalinya, dilaksanakan setiap tanggal 15 bulan 8 tahun lunar/Imlek dan tahun ini 2557 kalender lunar/Imlek,” pungkasnya.
Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 100 pedagang, kawasan Jalan Sejahtera berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat selama pelaksanaan festival.
Berbagai produk ditawarkan, mulai dari aneka kue bulan dengan beragam rasa, makanan dan minuman, makanan khas Singkawang, kerajinan tangan hingga produk oleh-oleh.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, S.E., M.H., mengatakan pelaksanaan Moon Cake Festival menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus menciptakan ruang ekonomi bagi masyarakat.
“Di sepanjang Jalan Sejahtera depan Pekong Pusat akan diadakan Festival Moon Cake atau kue bulan di Kota Singkawang,” ujar Tjhai Chui Mie.
Menurutnya, festival tersebut tidak hanya berorientasi pada kegiatan budaya, tetapi juga diharapkan memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
“Kegiatan yang kita lakukan ini selain untuk melestarikan budaya atau ekosistem budaya, yang paling utama ekonomi bisa bergerak di Kota Singkawang. Saat ini ada 100 lebih stan atau tenda, ada kue bulan, minuman, kuliner, kerajinan tangan dan oleh-oleh dari Kota Singkawang. Artinya, sepanjang jalan ini mereka bisa berjualan selama tujuh hari,” imbuhnya.
Wali Kota juga mengajak masyarakat Kota Singkawang untuk bersama-sama menjaga keamanan, kenyamanan, keramahan dan kebersihan selama festival berlangsung.
“Kita harapkan kepada masyarakat Kota Singkawang untuk bisa sama-sama menjaga keamanan, kenyamanan, keramahan, sehingga orang bisa berkunjung di Kota Singkawang. Kita mengajak seluruh masyarakat, baik yang ada di Kalimantan Barat maupun di luar Kalimantan Barat, bisa berkunjung ke Kota Singkawang, karena kegiatan kita masih ada tujuh hari ke depan,” tambahnya.
Tjhai Chui Mie juga mengajak masyarakat dan wisatawan untuk menikmati beragam produk yang ditawarkan selama festival.
“Mau mencicipi kue bulan beraneka rasa dari berbagai pabrik, bisa kita rasakan, dan makanan-makanan khas Kota Singkawang, banyak yang enak-enak,” ucapnya.
Ia menambahkan, keberagaman budaya menjadi salah satu kekuatan Kota Singkawang dalam menarik kunjungan wisatawan.
Menurutnya, keberadaan berbagai paguyuban dan komunitas budaya menjadi bagian dari identitas Kota Singkawang yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Di sini kita menunjukkan toleransi kebudayaan. Kita sudah berbicara budaya, berbagai budaya yang ada di Kota Singkawang. Singkawang adalah miniaturnya Indonesia, ada 17 paguyuban. Jadi semua budaya yang ada ini kita harapkan dikemas dengan baik sampai ke anak cucu dan tujuannya adalah bagaimana membuat orang bisa datang ke Kota Singkawang,” lanjutnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan, kerapian dan keamanan kota sebagai bagian dari pengalaman wisatawan.
“Karena dengan keragaman budaya yang ada dan kota kita hias, kemudian kebersihan, kerapian, keamanan itu yang kita utamakan, sehingga orang-orang akan senang, punya kesan tersendiri pada Kota Singkawang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang Mokhlis, S.STP., M.Si., mengatakan Moon Cake Festival merupakan agenda tahunan dan tahun 2026 menjadi penyelenggaraan yang kedua.
“Acara Festival Moon Cake ini merupakan acara tahunan, ini yang ke-2 kalinya. Kita berharap tahun ini bisa lebih meningkat, khususnya para pengunjung atau wisatawan, baik dari Singkawang maupun dari luar daerah dan juga para usaha masyarakat kecil menengah (UMKM),” ujar Mokhlis.
Mokhlis juga berharap kondisi cuaca semakin membaik sehingga kunjungan wisatawan dari luar daerah dapat meningkat.
“Kita juga berharap cuaca bisa lebih membaik, sehingga orang dari luar bisa datang dan bandara kita bisa beroperasional lagi, sehingga wisatawan bisa datang,” tambahnya.
Pelaksanaan Moon Cake Festival 2026 sebelumnya sempat menghadapi pertimbangan terkait kondisi cuaca dan kabut asap akibat karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media dari keterangan Wali Kota Singkawang sebelumnya, kondisi tersebut sempat menjadi pertimbangan panitia dalam pelaksanaan kegiatan.
Namun, dalam beberapa pekan terakhir, kondisi cuaca di Kota Singkawang dan wilayah Kalimantan Barat mulai mengalami perubahan dengan turunnya hujan cukup deras dan berulang dalam beberapa kesempatan.
Kondisi tersebut turut memberikan suasana yang lebih baik bagi pelaksanaan festival, meskipun pada malam pembukaan hujan masih sempat turun.
Usai acara pembukaan, Wali Kota Singkawang bersama sejumlah tamu undangan dan unsur Forkopimda terlihat berkeliling dari satu stan ke stan lainnya.
Kunjungan tersebut tidak sekadar melihat aktivitas pedagang. Wali Kota bersama rombongan juga mencicipi dan membeli berbagai produk yang ditawarkan, mulai dari kue bulan, kuliner, makanan ringan, minuman hingga produk UMKM lainnya.
Kehadiran rombongan pejabat dan Forkopimda di tengah para pelaku UMKM menciptakan suasana hangat. Sejumlah pedagang terlihat antusias berinteraksi dan memperkenalkan produk mereka.
Tidak sedikit masyarakat yang kemudian mengabadikan momen tersebut melalui foto dan video ketika Wali Kota bersama rombongan berjalan menyusuri kawasan festival.
Di sisi lain, dekorasi khas budaya Tionghoa berupa lampion yang menghiasi sepanjang kawasan Jalan Sejahtera semakin memperkuat suasana festival pada malam hari.
Singkawang Moon Cake Festival 2026 tidak hanya menjadi ruang perayaan budaya, tetapi juga mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu kawasan.
Keberadaan stan UMKM, kuliner, kerajinan, produk lokal dan berbagai hiburan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha.
Festival juga menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan keberagaman budaya Singkawang kepada pengunjung dari luar daerah.
Dengan berlangsungnya kegiatan hingga 27 September 2026, masyarakat dan wisatawan masih memiliki kesempatan untuk menikmati berbagai rangkaian kegiatan serta produk yang ditawarkan para pelaku UMKM.
Menutup wawancara, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie kembali mengajak masyarakat untuk datang dan menikmati suasana Kota Singkawang.
“Ayo datang ke Kota Singkawang, jangan lupa ya. Dan hari Minggu tanggal 27 September 2026, ‘Fun’s Rice Moon Cake’, yang belum daftar silakan daftar ya,” tutup Tjhai Chui Mie.
Dengan mengusung semangat pelestarian budaya, toleransi, pariwisata dan penguatan ekonomi masyarakat, Singkawang Moon Cake Festival 2026 diharapkan mampu menjadi salah satu daya tarik wisata sekaligus memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM dan masyarakat Kota Singkawang.
Pewarta: Ferry S ~ CorongKasus.com | MPGINEWS.ID







