Garut – mpginews.id – Jumat, 28/3/2025 Bulan Ramadhan Sudah dipenghujung dan bersiap menyongsong hari kemenangan, tepatnya H-3 memasuki hari raya idul Fitri atau 1 Syawal 1446 H/2025 Masehi.
Momen tersebut juga dirasakan oleh anak yatim/piyatu dan anak terlantar sebanyak 49 orang binaan lembaga kesejahteraan sosial anak(LKSA) NAWACITA NATABANGSA kabupaten Garut yang beralamatkan di kp. Maleer RW. 14 desa sukasenang kecamatan banyuresmi, yang mana mereka semua tercatat sebagai keluarga penerima manfaat program atensi Yapi dari pemerintah, dalam hal ini Kemensos RI.
Perlu diketahui oleh khalayak bahwa pemerintah Republik Indonesia memberikan bantuan sebesar Rp. 200.000 per bulan kepada anak yang berkriteria seperti tersebut diatas, dan diusulkan melalui lembaga kesejahteraan sosial anak(LKSA) kepada Kemensos RI melalui aplikasi yang sudah ditentukan, dan selanjutnya dilakukan verifikasi faktual oleh pekerja sosial/pendamping yang resmi ditugaskan oleh kementerian sosial.
“Untuk tahun 2025 ini anak yatim/piyatu dan anak terlantar, menerima bantuan dana dari pemerintah untuk dua bulan yakni bulan januari- Februari sebesar Rp. 400.000, sebelumnya pada hari Rabu dan hari kamis anak yang sudah terdaftar didalam draf penerima melakukan pembuatan rekening di bank mandiri yang beralamat di jln. Ciledug Garut, sedangkan dana mulai bisa ditarik pada hari Jumat, 28 Maret 2025.
Usai menerima uang, semua anak yatim/piyatu maupun anak terlantar terlihat jelas pancaran wajahnya merasa bahagia, karena uang tersebut akan digunakan untuk keperluan lebaran yang tinggal 2 hari lagi, dengan berseri seri baik anak maupun walinya mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran pengurus LKSA NAWACITA NATABANGSA yang telah membantu menjembatani dan memperjuangkan sehingga berhasil masuk ke program pemerintah, semoga semua pengurus senantiasa diberikan kesehatan dan dilancarkan semua urusannya, ujar beberapa orang wali yang enggan disebut namanya kepada awak media.
Dengan adanya bantuan atensi Yapi ini anak kami benar benar sangat bermanfaat dan membantu, karena nasib masing masing anak Yatim/piyatu tentu cenderung memiliki kesulitan yang bervariasi, namun kebanyakan memang sangat kesulitan untuk bisa bertahan hidup, apalagi anak yang sekolahnya sudah menginjak jenjang SMP dan SMA pungkasnya.
Dikonfirmasi pada waktu dan tempat yang berbeda, ketua didampigi sekretaris LKS NAWACITA NATABANGSA (Lusi Sulastri) menyampaikan, bahwa kami jajaran pengurus hanya membantu memfasilitasi dan menjembatani agar anak yatim/piyatu dan anak terlantar yang ada di seluruh penjuru kabupaten Garut, mendapatkan hak haknya dari pemerintah ujarnya.
“Dan tidak hanya menjembatani agar anak mendapat bantuan dana saja, kami juga terus memantau aktifitas pendidikan semua anak binaan, mulai dari jenjang terendah hingga jenjang SMA/SMK/ALIYAH kami berkoordinasi dengan pihak sekolah dan memastikan, pendidikan anak binaan kami berjalan sebagaimana mestinya hingga status anak itu berumur 17 tahun ungkapnya.
Dengan begitu maka anak binaan yang berstatus yatim/piyatu dan terlantar bisa mengembangkan dirinya dan bisa bekerja seperti layaknya anak yang memiliki orang tua lengkap, baru tugas kami sebagai masyarakat yang berperan serta membantu pemerintah selesai.
Alhamdulilah menjelang hari raya idul Fitri tahun ini sebanyak 49 orang dari jumlah anak binaan 152 orang sudah bisa mencairkan dana dari program YAPI, semoga ini bisa membantu meringankan beban para walinya terutama untuk kebutuhan lebaran anak, untuk yang masih belum beruntung kami harap untuk bersabar, karena kita semua harus memahami bahwa untuk mencairkan juga ada tahapan yang harus terlebih dahulu terpenuhi pungkasnya.
Publisshare: Red/03-S.A







