Dubes Inggris Tiba di Sorong, Perkuat Kolaborasi Dukung Kemitraan Konservasi Papua Barat Daya

 

Papua Barat Daya – MPGI NEWS.ID//Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyambut kedatangan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic James Robert Jermey, di Kota Sorong, Kamis (10/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kerja sama Indonesia dan Inggris, khususnya dalam bidang lingkungan hidup, kehutanan, serta pengelolaan kawasan konservasi di Papua Barat Daya.

Dominic James Robert Jermey bersama rombongan tiba di Bandara Internasional Domine Eduard Osok (DEO) Sorong dengan menggunakan pesawat Lion Air JT941 dari Jayapura. Kehadiran diplomat Inggris itu mendapat sambutan dari jajaran Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bersama sejumlah pemangku kepentingan yang bergerak di bidang konservasi dan lingkungan.

Rombongan Duta Besar Inggris turut didampingi Political Counselor Samuel Perkins serta sejumlah staf, yakni Novianti Tjhung, Marzia Firan, Melati, dan Aviva Nababan.

Setibanya di bandara Deo Duta besar inggris langsung di sambut oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, hadir dalam penyambutan Asisten I Setda Papua Barat Daya Dra. Atika Rafika, M.Si, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Papua Barat Daya Julian Kelly Kambu, S.T., M.Si. Turut hadir unsur Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya serta perwakilan organisasi yang memiliki perhatian terhadap pelestarian lingkungan.

Setibanya di Bandara DEO Dubes Inggris dan rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju kantor BBKSDA. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung perkembangan kerja sama dan agenda konservasi yang tengah didorong di wilayah Papua Barat Daya.

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memandang kerja sama dengan mitra internasional sebagai salah satu bagian penting dalam memperkuat agenda pembangunan yang tetap menjaga kelestarian lingkungan. Posisi Papua Barat Daya yang memiliki kawasan pesisir, laut, hutan, dan ekosistem yang bernilai tinggi menjadikan pendekatan konservasi terpadu sebagai agenda strategis daerah.

Salah satu pendekatan yang menjadi perhatian dalam kunjungan ini adalah konsep Ridge to Reef, yakni pengelolaan lingkungan yang melihat keterkaitan ekosistem dari wilayah pegunungan hingga pesisir dan laut. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan karakter geografis Papua Barat Daya yang memiliki bentang alam dan keanekaragaman hayati yang saling terhubung.

Melalui kunjungan ini, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berharap kemitraan Indonesia dan Inggris tidak hanya berhenti pada dukungan program, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan sumber daya alam.

Aspek keberlanjutan menjadi perhatian utama karena pengelolaan lingkungan di Papua Barat Daya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena itu, penguatan konservasi diharapkan berjalan seiring dengan penghormatan terhadap masyarakat adat, peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, serta pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam setiap agenda yang berkaitan dengan lingkungan dan konservasi. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga konservasi, masyarakat, serta mitra internasional dinilai menjadi kunci untuk memastikan kebijakan perlindungan lingkungan dapat diterapkan secara efektif di lapangan.

Kunjungan pejabat diplomatik Inggris tersebut sekaligus menunjukkan meningkatnya perhatian internasional terhadap agenda pelestarian lingkungan di Tanah Papua. Bagi Papua Barat Daya, perhatian tersebut menjadi peluang untuk memperluas jejaring kerja sama sekaligus memperkenalkan potensi konservasi daerah kepada dunia internasional.

Pendekatan tersebut dilakukan dengan tetap mengedepankan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, mengingat isu lingkungan, masyarakat adat, dan pengelolaan sumber daya alam merupakan bagian penting dari dinamika pembangunan di Papua Barat Daya.

Kedatangan Dominic James Robert Jermey di Sorong dengan demikian tidak sekadar menjadi agenda diplomatik, tetapi juga membuka ruang dialog dan penguatan kemitraan dalam isu yang semakin penting secara global, yakni bagaimana menjaga kekayaan alam sekaligus memastikan pembangunan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berharap momentum ini dapat memperkuat komitmen bersama untuk membangun tata kelola lingkungan yang berkelanjutan. Dengan dukungan kerja sama yang semakin luas, agenda konservasi terpadu di Papua Barat Daya diharapkan mampu menjaga kekayaan alam dari kawasan daratan hingga laut sekaligus mendukung masa depan masyarakat di wilayah tersebut.

(TK)