MPGINEWS.ID ~ SINGKAWANG, KALIMANTAN BARAT — Suasana Stadion Kridasana, Kota Singkawang, bergemuruh, Jumat (2/10/2026). Ribuan umat Islam memadati tribun hingga lapangan utama untuk mengikuti Tabligh Akbar dalam rangka Milad ke-7 Forum Silaturahmi Ummi Muslimah Indonesia (FAHMI UMMI).
Sejak sebelum acara dimulai, jamaah berdatangan dari berbagai wilayah. Tidak hanya warga Kota Singkawang, masyarakat dari sejumlah daerah di Kalimantan Barat turut hadir untuk menyaksikan langsung tausiyah Datuk Seri Ulama Setia Negara Prof. Syaikh H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D., atau UAS.
Tribun dan lapangan utama dipenuhi jamaah dari berbagai rombongan. Antusiasme semakin terlihat ketika UAS bersama rombongan tiba di lokasi dan disambut permainan hadrah yang melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Ribuan jamaah berdiri memberikan sambutan hangat kepada ulama yang telah lama dinantikan kehadirannya di Kota Singkawang tersebut.
Tampak hadir Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., Bupati Mempawah Dr. Hj. Erlina, S.H., M.H., serta Wakil Menteri Agama Republik Indonesia K.H. Romo H. R. Muhammad Syafi’i.
Hadir pula Maya Suhasni Siregar selaku Ketua Umum FAHMI UMMI sekaligus istri Wakil Menteri Agama Republik Indonesia.
Dari Kota Singkawang, tampak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang, pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, Kapolres, Dandim, unsur TNI Angkatan Udara, jajaran Forkopimda, Ketua MABM dan puak-puak Melayu Kota Singkawang, pengasuh pondok pesantren, para ulama dan habaib, tokoh lintas agama, pimpinan 27 paguyuban, serta pengurus FAHMI UMMI tingkat provinsi dan kota.
Wali Kota Ajak Generasi Muda Berpegang pada Nilai Agama
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Wali Kota Singkawang yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada UAS beserta rombongan.
Wali Kota mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang memenuhi Stadion Kridasana. Menurutnya, kehadiran ribuan warga menjadi momentum mempererat ukhuwah, memperluas silaturahmi dan bersama-sama menimba ilmu agama.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan di tengah perkembangan era digital.

Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi perlu disikapi secara bijak. Generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif sekaligus tetap berpegang pada nilai agama, akhlak dan moral dalam menyaring informasi serta menentukan sikap.
Wali Kota juga mengajak orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen pendidikan bersama-sama memberikan pendampingan kepada generasi muda agar memiliki karakter dan akhlak yang kuat di tengah perkembangan zaman.
Sebuah pantun yang disampaikan dalam sambutan tersebut turut mencairkan suasana dan mendapat respons hangat dari jamaah.
Wamenag Soroti Pembangunan Masjid Agung Singkawang
Wakil Menteri Agama Republik Indonesia K.H. Romo H. R. Muhammad Syafi’i kemudian menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga yang memenuhi stadion.
Dalam sambutannya, Wamenag turut menyoroti pembangunan Masjid Agung Singkawang. Menurutnya, keberadaan rumah ibadah tersebut memiliki arti penting bagi kehidupan keagamaan dan aktivitas masyarakat.
Ia berharap pembangunan masjid tersebut dapat segera diselesaikan dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Semoga Masjid Agung Singkawang segera rampung dan saya mengapresiasi semangat warga Kota Singkawang, dalam hal ini Wali Kota Singkawang,” ujar Wamenag.
Ia juga menyampaikan rencana untuk kembali hadir di Kota Singkawang saat masjid tersebut diresmikan. Pernyataan itu disambut tepuk tangan jamaah.
UAS Ajak Jamaah Perkuat Ibadah dan Kepedulian Sosial
Memasuki acara inti, perhatian ribuan peserta tertuju ke panggung utama ketika UAS mulai menyampaikan tausiyah.
Materi keagamaan disampaikan secara lugas dan komunikatif, diselingi kisah, perumpamaan serta humor yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Gelak tawa beberapa kali pecah dari tengah jamaah, termasuk dari para tamu undangan.
Di balik suasana tersebut, UAS menyampaikan pesan tentang pentingnya memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus menjaga hubungan dengan sesama.
Jamaah diajak membiasakan salam, menjaga silaturahmi dan menjadikan majelis ilmu sebagai ruang untuk melakukan introspeksi serta memperbaiki diri.

UAS juga mengajak jamaah membiasakan sholat malam, memperbanyak istighfar dan senantiasa bertaubat kepada Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan, sehingga taubat harus disertai penyesalan, meninggalkan dosa dan tekad untuk tidak mengulanginya.
Menurut pesan yang disampaikan, ibadah malam dan taubat hendaknya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari agar hubungan dengan Allah SWT semakin kuat dan perubahan tersebut tercermin dalam akhlak serta perilaku sosial.
Kepedulian terhadap Anak Yatim dan Masyarakat yang Membutuhkan
Selain persoalan ibadah, UAS memberikan perhatian pada kepedulian sosial, khususnya terhadap anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
Ia mengajak jamaah tidak berhenti pada rasa iba, tetapi mewujudkan kepedulian melalui tindakan nyata, seperti memberikan makanan, membantu kebutuhan sehari-hari, mendukung pendidikan dan memberikan santunan sesuai kemampuan.
UAS juga menyinggung pentingnya gerakan sosial yang dilakukan secara konsisten, termasuk menghimpun dan menyalurkan bantuan pangan melalui program infaq beras.
Pesan tersebut selaras dengan kandungan Surah Al-Ma’un mengenai perhatian terhadap anak yatim dan orang miskin.
Allah SWT berfirman:
“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.”
QS. Al-Ma’un ayat 1–3.
Pesan itu menjadi pengingat bahwa keberagamaan tidak hanya tercermin melalui ibadah pribadi, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama.
Gerakan Sosial Keumatan
Di tengah rangkaian kegiatan, turut hadir Ustadz H. Luqmanulhakim, S.E.I., M.M., pengasuh atau pimpinan Masjid Kapal Munzalan Indonesia di Kalimantan Barat.
Kehadirannya turut memperkuat nuansa gerakan sosial keumatan yang menjadi salah satu pesan dalam kegiatan tersebut, khususnya dalam kepedulian terhadap anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.

Pada penghujung acara, Ustadz H. Luqmanulhakim memimpin pembacaan doa penutup. Ribuan jamaah mengikutinya dengan khidmat setelah rangkaian kegiatan berlangsung sejak sore hingga malam hari.
Milad ke-7 FAHMI UMMI Jadi Momentum Silaturahmi
Tabligh Akbar Milad ke-7 FAHMI UMMI menjadi ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat di Kota Singkawang.
Pemerintah daerah, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengasuh pesantren serta masyarakat umum hadir dalam kegiatan yang mengedepankan silaturahmi dan penguatan nilai keagamaan tersebut.
Kehadiran Maya Suhasni Siregar bersama jajaran FAHMI UMMI turut memberikan warna dalam peringatan perjalanan organisasi tersebut.
Padatnya Stadion Kridasana memperlihatkan tingginya partisipasi masyarakat. Lantunan shalawat, tausiyah, respons jamaah dan doa penutup menjadi bagian dari rangkaian kegiatan hingga acara berakhir.
Seluruh rangkaian Tabligh Akbar Milad ke-7 FAHMI UMMI berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Dari Stadion Kridasana, jamaah membawa pesan tentang pentingnya memperbaiki diri, memperkuat ibadah, memperbanyak taubat, menjaga silaturahmi, menggunakan teknologi secara bijak serta menghadirkan kepedulian nyata bagi sesama.
Pewarta : Ferry S ~ CorongKasus.com | MPGINEWS.ID







