Mpginews.id,JAKARTA –Pro Jurnalismedia Siber (PJS) memasuki fase penting dalam perjalanan organisasinya menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) III yang akan digelar pada 21–24 Juli 2026 di Jakarta. Forum tertinggi organisasi ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempertegas langkah PJS menuju pengakuan sebagai konstituen Dewan Pers.
Mengusung tema “Pers Berintegritas, Bangsa Bermartabat, Demokrasi Kuat”, Munas III tidak hanya menjadi agenda pemilihan kepengurusan dan penyusunan program kerja, tetapi juga menjadi ruang untuk merumuskan gagasan serta strategi menghadapi tantangan dunia jurnalistik di era digital.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan disrupsi media, organisasi pers dituntut mampu meningkatkan kompetensi wartawan sekaligus menjaga kualitas dan kredibilitas media siber. Karena itu, Munas III diharapkan melahirkan berbagai rekomendasi yang dapat memperkuat peran PJS dalam membangun ekosistem pers yang profesional dan berintegritas.
Dalam beberapa tahun terakhir, PJS menunjukkan perkembangan yang signifikan. Struktur organisasi telah terbentuk di berbagai provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia. Perkembangan tersebut turut didukung berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan jurnalistik, serta penguatan pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik dan regulasi pers nasional.
Ketua DPD PJS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rikky Fermana, menilai Munas III merupakan momentum bersejarah yang akan menentukan arah perjalanan organisasi ke depan.
“Musyawarah Nasional III merupakan momen penting bagi seluruh keluarga besar PJS. Pencapaian menjadi konstituen Dewan Pers akan menjadi tonggak bersejarah dalam memperkuat eksistensi media siber yang profesional, kredibel, dan berintegritas,” ujar Rikky, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, pengakuan sebagai konstituen Dewan Pers bukan hanya soal status administratif, melainkan bentuk legitimasi terhadap perjuangan organisasi dalam menciptakan insan pers yang kompeten, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi independensi jurnalistik.
Rikky juga menyoroti perubahan lanskap media yang berkembang sangat cepat akibat kemajuan teknologi informasi. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan dalam penyebaran informasi. Namun di sisi lain, tantangan berupa disinformasi, hoaks, hingga rendahnya kualitas sebagian konten digital menjadi persoalan yang harus dihadapi bersama.
“Pers memiliki peran strategis sebagai pilar demokrasi. Karena itu, keberadaan organisasi pers yang kuat, profesional, dan berintegritas sangat penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Menjelang pelaksanaan Munas III, Rikky mengajak seluruh anggota PJS di berbagai daerah untuk terus menjaga soliditas organisasi dan memperkuat semangat kebersamaan dalam mengawal perjuangan menuju pengakuan Dewan Pers.
Menurutnya, perjuangan tersebut merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga marwah profesi wartawan, meningkatkan kualitas media siber, serta memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi yang sehat.
“Mari jadikan Munas III sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkuat organisasi, dan memantapkan langkah PJS menuju gerbang Dewan Pers. Ini adalah perjuangan bersama demi terwujudnya pers yang berintegritas, bangsa yang bermartabat, dan demokrasi yang semakin kuat,” tegasnya.
Dengan dukungan seluruh pengurus dan anggota di berbagai daerah, PJS optimistis dapat terus berkembang menjadi organisasi pers yang mandiri, profesional, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Munas III Jakarta diharapkan menjadi tonggak penting dalam sejarah organisasi sekaligus membuka babak baru menuju pengakuan sebagai konstituen Dewan Pers dan mitra strategis dalam pembangunan demokrasi Indonesia yang sehat dan berkeadaban.
(Yulian Andrianto/KBO Babel)
Editor : DM MPGI








Komentar