*MPGI* Singkawang, Kalbar – Pelaporan ini menyoroti kondisi mengenaskan Sungai Singkawang yang dipenuhi sampah dan limbah rumah tangga. Minimnya kesadaran masyarakat akan kebersihan dan lingkungan telah mengakibatkan tercemarnya pemukiman, parit, dan sungai. pada Kamis – 05 – Februari – 2026.
*Pemicu Pencemaran*
Dugaan sementara menunjukkan bahwa sebagian masyarakat sekitaran bantaran sungai masih membuang kotoran (tinja) ke sungai tanpa adanya septic tank yang memadai. Kurangnya pengetahuan dan edukasi tentang pentingnya septic tank sebagai tempat penampungan tinja yang aman dan sehat menjadi salah satu penyebab utama pencemaran ini.
*Upaya Pemerintah*
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Singkawang telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah ini, termasuk:
– Mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air
– Menetapkan sanksi tegas berupa denda hingga Rp1 juta atau kurungan bagi pelanggar
– Memasang CCTV dan spanduk larangan di titik rawan tumpukan sampah liar
– Melakukan kerja bakti rutin untuk membersihkan drainase dan sampah di area publik
– Mengawasi kualitas air di 4 sungai prioritas untuk memastikan tidak tercemar berat
*Tantangan dan Harapan*
Meskipun pemerintah telah melakukan upaya-upaya tersebut, masih banyak masyarakat yang belum mematuhi aturan dan membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi dan penyadaran yang lebih intensif kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan.
Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Sungai Singkawang dapat menjadi lebih bersih dan sehat, serta dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Editor: Ferry S
Pewarta: Dedek S








Komentar