Pemerhati Pendidikan: Dewan Pendidikan Garut Bak Fosil Birokrasi, Saatnya Dibubarkan

Daerah, Pendidikan490 Dilihat

Garut – mpginews.id – Dewan Pendidikan Garut kini dianggap tak lebih dari sekadar fosil birokrasi. Lembaga yang awalnya digadang sebagai jembatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan pendidikan, kini mandul fungsi dan tidak relevan dengan era digitalisasi.

Alih-alih mendorong inovasi, Dewan Pendidikan justru dinilai menjadi beban. Hampir tidak ada terobosan, tidak ada suara lantang ketika dunia pendidikan Garut dirundung masalah serius. Dari polemik PKBM fiktif, carut-marut infrastruktur sekolah, hingga lemahnya pengawasan, Dewan Pendidikan seolah memilih diam.

Hal tersebut disampaikan oleh pemerhati sekaligus praktisi pendidikan (Ridwan) kepada awak media kamis, 11/9/2025, menurutnya Di era serba digital, masyarakat bisa langsung mengawasi, mengkritik, bahkan memberi masukan lewat forum-forum online, media sosial, dan kanal resmi pemerintah. Dewan Pendidikan sudah usang, tidak efektif, dan hanya menghabiskan anggaran,” tegasnya.

Kenyataannya, publik jauh lebih percaya pada kontrol digital yang terbuka, cepat, dan transparan dibandingkan lembaga formal yang kerap kehilangan arah. Ketika teknologi memberi ruang demokrasi partisipatif, keberadaan Dewan Pendidikan justru makin kehilangan legitimasinya.

Membiarkan Dewan Pendidikan tetap berdiri sama artinya mempertahankan beban lama yang menghambat laju modernisasi pendidikan. Garut butuh keberanian untuk melakukan terobosan: memangkas lembaga tak produktif, memperkuat kanal partisipasi digital, dan mengembalikan pendidikan pada ruhnya – melayani rakyat ungkapnya.

Dewan Pendidikan Garut sudah kadaluarsa. sudah saatnya dibubarkan, demi pendidikan yang efisien, transparan, dan berpihak pada masa depan.

Dari sudut pandang yang relevan di era digitalisasi menurut Ridwan, salah satu pemerhati dunia pendidikan menuturkan bahwa ini sangat masuk akal jika dilakukan pembubaran dewan pendidikan Garut, menurutnya uang negara sebaiknya dipergunakan kepada hal yang lebih bermanfaat semisal membantu siswa miskin, gedung sekola yg rusak,dan fasilitas sekolah lainya, ketimbang uang negara dipergunakan untuk kantor dan operasional dewan Pendidikan Garut, pungkasnya.

Publisshare: Red/03-S.A

Komentar