Pekerjaan Rabat Beton Jalan Kabupaten Di Kecamatan Peundeuy Garut Disorot Warga !,

Daerah, Ivestigasi380 Dilihat

Garut – mpginews.id – Pemerintah Kabupaten Garut melalui dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang ( PUPR) mengelontorkan Anggaran puluhan Milyar Anggaran untuk Pemeliharaan, berbaikan dan Rekontruksi Pembangunan Jalan Kabupaten di 42 Kecamatan. Langkah pemkab Garut tentu saja di sambut fositiv warga masyarakat Garut, Warga menyambut antusias pembangunan jalan kabupaten karena dapat meningkatkan aksesibilitas, melancarkan mobilitas, mengurangi biaya transportasi, memperlancar distribusi hasil pertanian dan barang dagangan, serta memicu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Jalan yang baik juga mengurangi kendala saat hujan, seperti genangan air dan kerusakan kendaraan, yang sebelumnya sering dialami warga.

Namun Pembangunan Jalan Rabat Beton di ruas jalan Banjarwangi, singajaya dan Peundeuy disorot Warga saat melintas, pasalnya Pembangunan Jalan Kabupaten dengan Rabat Beton terpantau secara kasat mata dilakukan secara Manual , Sejumlah pihak justru mengungkapkan kekecewaannya , mempertanyakan kualitas , pembangunan Rabat beton secara Manual di ruas jalan kabupaten , jangan sampai terkesan Asal jadi, serta tidak sesuai sepesifikasi serta tidak memenuhi standar kualitas.

Ucu tutun Bahtiar Salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Peundeuy yang juga Ketua Dewan Pimpinan Anak Cabang ( DPAC) Partai Demokrat Kecamatan Peundeuy saat di mintai tanggapannya terkait Pembangunan Rabat Beton Secara yang diduga secara Manual , Ucu Tutun Bahtiar mengungkapkan Rasa kekecewaannya , Ini ruas jalan Singajaya – pendeuy itu ruas jalan Kabupaten, masa pembangunan seperti membangun Jalang Gang atau jalan lingkungan, patut diduga kegiatan Pembangunan tidak sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja ( KAK) , Anehnya lagi proyek PUPR ini dikerjakan secara manual , pakai Kaki dalam mengaduk campuran material akibatnya , standarisasi Mutu Beton sangat diragukan , kami ragukan standart Mutu K 200 , Standar mutu beton K 200 adalah kekuatan tekan beton sebesar 200 kg/cm² (atau sekitar 20 MPa) , atau mungkin mutu beton K175 saja mungkin tidak terpenuhi , Kamis 11/09/2025.

Kami juga tidak tahu ini dikerjakan secara swakelola atau di pihak ketigakan , karena di lapangan tidak nampak papan informasi , selain itu sebagian pekerja juga dalam melakukan aktifitasnya tidak mengunakan Alat Pelindung diri ( APD), patut diduga mengabaikan K3 ( Keselamatan dan Kesehatan Kerja) jelas Ucu tutun Bahtiar

Kami selaku masyarakat Kecamatan Peundeuy Lanjut Ucu Tutun Bahtiar, menginginkan setiap pembangunan di wilayah kecamatan peundeuy dilakukan secara Profesional, proporsonal, Pembangunan yang berkualitas , serta pemerataan Pembangunan, jangan sampai Pemkab Garut atau Pemerintah menggelontorkan anggaran yang besar namun kualitas pembangunan hanya seumur jagung pungkas Ucu Tutun Bahtiar.

Terpisah , Fery Irawan Kepala Unit Pelaksana Teknis ( UPT) PUPR kecamatan Peundeuy, saat di konfirmasi wartawan , Fery Irawan menjelaskan , Untuk informasi secara detail pasti sangat terbatas , karena kewenangan UPT hanya sebatas Monitoring Sebagai Pemangku wilayah, tidak sampai masuk ke ranah Teknis karena fungsi Tersebut ada di Pengawas dan PPTK , kalau untuk gambaran secara umum saya bisa jelaskan , tapi kalau ranah teknis bisa langsung konfirmasi ke Pengawas dan PPTK ujar Fery Irawan Kepala UPT PUPR kecamatan Peundeuy

Kegiatan Pembangunan Rabat Beton di ruas jalan Peundeuy di laksanakan Oleh Pihak ketiga dengan dengan anggaran kurang dari 200 Juta , Paket PL ( Penunjukan Langsung), papan informasi dan rambu rambu keselamatan ada , untuk panjang sekitar 153 M, Lebar 4 M dan Tebal 0,20 M, dengan mutu beton Fc’20Mpa, kegiatan dilaksanakan secara manual dengan bantuan Alat Pengiling / Molen, tidak mengunakan Readymix pabrikasi dikarenakan Nilai Paketnya dibawah 200 Juta / Paket PL, kalau menggunakan Readymix tidak akan tercapai panjang jalan sebagaimana Perencanaan karena harga readymix dipasaran lumayan cukup tinggi.

Para pekerja sebagian memakai APD , sebagian tidak memakai, nanti dikordinasikan dengan pengawas lapangan, anggaran untuk rabat beton tersebut sekitar 193 Juta dengan waktu pekerjaan 45 hari kalender , nanti saya cros cek dulu papar Fery Irawan Kepala UPT PUPR kecamatan peundeuy.

Terpisah Rizwanullah Pengawas lapangan dan Ariel PPTK PUPR saat di konfirmasi Via aplikasi Perpesanan tidak merespon.

Terpisah Agus Ismail Kepala Dinas PUPR saat di konfirmasi Via Aplikasi wastshap, awalnya Agus Ismail memilih bungkam, membisu seribu bahasa, namun setelah berita ditayangkan baru kadis PUPR ini berkilah bahwa pihaknya telah menyampaikan tanggapan seraya mengirimkan rilis dari bidang binamarga yang berisi diantaranya:

Tanggapan bidang binamarga

1. Kegiatan dilaksanakan secara kontraktual seperti yang tertera di papan informasi 

2. Isi Papan informasi sudah sesuai standar yang berlaku, untuk volume dan spesifikasi tertuang pada bestek yang jadi pegangan kontraktor dan pengawas/direksi

3. Mutu betok sitemix K-250

4. Karena medan yang terjal/curam sehingga pihak perusahaan readymix tidak ada satupun yang bersedia/mampu melakukan pengiriman

5. penyedia kesulitan menerapkan atribut k3 karena banyak menyerap pekerja setempat yang tidak terbiasa menggunakannya

6. Tertera pada papan informasi besar anggaran Rp. 192.396.800

7. Tertera pada papan informasi waktu pelaksanaan 60 hari kalenderTanggapan bidang bina marga :
1. Kegiatan dilaksanakan secara kontraktual seperti yang tertera di papan informasi
2. Isi Papan informasi sudah sesuai standar yang berlaku, untuk volume dan spesifikasi tertuang pada bestek yang jadi pegangan kontraktor dan pengawas/direksi
3. Mutu betok sitemix K-250
4. Karena medan yang terjal/curam sehingga pihak perusahaan readymix tidak ada satupun yang bersedia/mampu melakukan pengiriman
5. penyedia kesulitan menerapkan atribut k3 karena banyak menyerap pekerja setempat yang tidak terbiasa menggunakannya
6. Tertera pada papan informasi besar anggaran Rp. 192.396.800
7. Tertera pada papan informasi waktu pelaksanaan 60 hari kalender

(Tim/Red)

Komentar