Waduh !! Hampir Satu Bulan Penanganan Kasus Dugaan Kejahatan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur, Belum Juga Gelar Perkara ?..

 

Garut – MPGI News, sabtu,3/10/2020 Pasca dilaporkanya oknum kepala desa (Kades) Cigadog Kecamatan Cikelet ke Kepolisian Resort (Polres) Garut oleh Ibu kandung korban terkait kasus dugaan kejahatan sexual yang menimpa anak kandungnya, sebut saja Melati (nama disamarkan) banyak kalangan elemen masyarakat,baik personal maupun yang tergabung dalam lembaga perhimpunan masyarakat, mereka sangat antusias mengikuti setiap perkembangan proses hukumnya.

“Ibu korban (Pelapor) berikut Melati (korban) beserta bapak korban, sudah beberapa kali dipanggil petugas penyelidik Polres Garut guna dimintai keterangan tambahan, kakak korban yang berinisial (DA) karena dianggap mengetahui peristiwa tersebut, juga dipanggil guna dimintai keterangan sebagai saksi. Sebaliknya terduga pelaku (PM) didampingi kuasa hukumnya juga sudah dipanggil guna dilakukan pemeriksaan, beserta saksi-saksinya.

“Namun sejak diterimanya STPLP dengan nomor register : LP/B/410/IX/2020/JBR/RES GRT tertanggal 7 September 2020 sampai saat ini status hukumnya masih dalam tahap penyelidikan dan belum naik ke tingkat kepenyidikan.

Untuk menggali lebih dalam seputar kasus kejahatan sexual pada anak dibawah umur, beberapa waktu kebelakang tim awak media menghubungi Ketua Umum Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait melalui sambungan WA Call pada Jum’at (11/9) yang lalu.

Dalam pembicaraan tersebut, tokoh beken praktisi anak ini meyebutkan, “indeks kasus pelecehan seksual terhadap anak di Indonesia masih relatif tinggi, Dari sejumlah kasus tersebut diantaranya adalah kasus kejahatan/ kekerasan seksual terhadap anak papar aris.

Kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur termasuk extraordinary crime atau kejahatan yang luar biasa,” kata tambah Aris.

“Setelah Menerima informasi adanya dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur, yang diduga dilakukan oleh seorang oknum Kepala Desa cigadog kecamatan kecamatan Garut, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak ini sangat mengecam keras atas perbuatan tetsebut, dan menuntut keadilan bagi korban.

“Masih kata aris menegaskan, “apabila korban dugaan pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak sudah melakukan pelaporan kepada kepolisian setempat, atau dalam hal ini melakukan pelaporan ke Polres Garut, maka pihak Polres harus segera mengamankan terlapor dengan memberlakukan penahanan terhadap terlapor/terduga pelaku(PM).
;Selanjutnya pihak penyidik segera melimpahkan berkas penyidikan ke kejaksaan, terhitung 15 hari sejak diterimanya pelaporan dari pihak korban,” tandas Komisioner gaek di Komnas Perlindungan Anak ini..

(Red/Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*