Waduh ! Diduga SDN 3 Linggamanik Wajibkan Sampul Ijazah Ditebus Oleh Siswa? Pungli Dong !

Garut – MPGI News,

selasa 28/12/2021 tepatnya pukul 09 30 wib. awak media menyambangi SDN 3 linggamaik. guna melakukan konfirmasi terkait kebenaran informasi yang di terima dari para orang tua siswa, yakni adanya dugaan pungutan liar yang di lakukan oleh oknum guru sekolah tersebut.

namun sesampai nya di SDN 3 linggamanik awak media tidak bertemu dengan siapapun, padahal waktu kami sampai ke SDN tersebut jam menunjukan pukul 09.30 wib. seharusnya ini masih jam mengajar namun sudah tiada orang satupun baik yang belajar maupun yang mengajar. Karena dipandang penting, awak media melanjutkan perjalanan menuju rumah seorang guru dan dia memberikan keterangan apa adanya kepada awak media terkait adanya dugaan pungutan tersebut.

Namun sayang sesampainya dirumah guru tersebut, orang yang dimaksud sedang tidak berada dirumah, padahal tujuan awak media beserta anak selaku siwa di sekolah tersebut dan sudah dinyatakan lulus pada tahun ajaran 2021, sekalian ingin mengambil ijzasah yang sudah ada ditangan guru tersebut, di dekat rumah guru tersebut sebut saja iwan sebagai pengajar di SDN 3 linggamaik. Namun orang yang dituju sedang tidak ada di rumah, diterangkan oleh tetangga dan adik sang guru.

Dikarenakan orang yang dituju tidak ada, awak media bermaksud pulang, namun di perjalanan bertemu dengan seorang siwa yang diketahui lulus pada tahun ajaran 2021. Momen baik ini digunakan untuk menanyai anak tersebut, namaya anak tidak mungkin berbohong, di situ awak media mewawancarai siswa tersebut, jawaban anak tersebut membenarkan adanya pungutan yang di minta oleh guru ini sebesar Rp.50.000 untuk membayar sampul ijazah. semua siwa dan siwi di wajibkan untuk menebus sampul tersebut ijazah tuturnya.

Berdasar penelusuran awak media, satu Rombel untuk kelas 6 sebanyak 19 orang siswa, dan yang belum diambil ijazah nya ada dua (2) orang, artinya sebanyak tujuh belas (17) orang yang sudah diambil ijazahnya dengan cara ditebus Rp. 50.000.

Sangat miris, di sisi lain berdasarkan UU nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pemerintah telah mencanangkan program wajib belajar sebilan tahun, tentu dengan dukungan angaran yang bersumber dari APBN, dan anggaran tersebut disalurkan melalui program program yang ada berkorelasi menunjang pendidikan, diantaranya ada BOS, BOP, PIP, Hibah, dan lain sebagainya.

Namun faktanya masih ada sekolah yang mengharuskan sampul IJazah dibayar oleh siwa, dan status sekolahnya negeri lagi, sebagian besar masyarakat mempertanyakan, sebenarnya kepala sekolah paham aturan atau tidak ! ujar salah satu orang tua siswa, se hingga masih terjadi hal hal yang seperti tersebut diatas.

Jika belum faham akan mekanismeu pelaksanaan dana BOS, PIP, BOP, seharusnya banyak shering dengan orang yang sudah faham dengan persoalan tersebut, bukanya malah menutup diri bahkan berlagak sudah tahu. Selanjutnya awak media mencoba menghububungi kepala sekolah SDN 3 Linggamanik (EK), guna kompirmasi kebenaran adanya dugaan pungutan liar (pungli) di sekolah yang di pimpinya, namun KS berkilah tidak mengetahui adanya penjualan sampul ijazah di sekolahnya. Aneh bin ajaib, seorang kepala sekolah saja mengaku tidak mengetahui nya. Malahan sang KS pun malah balik nantang untuk menyuruh membawa orang nya ke hadapanya, dengan dalih ks tidak pernah menjual sampul tersebut. dan berani bersumpah dengan menduduki al qur’an tutupnya dengan nada ketus.

Jika mengacu terhadap peraturan, jelas ini diduga perbuatan melawan hukum, berupa pungutan liar (pungli), dan jelas dasar hukumnya diduga melanggar UU. NO 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi pasal 12 hurup e.

Dengan ditayangkanya berita ini, sudah seharusnya pengawas dan korwil pendidikan wilayah Cikelet, menindaklanjuti dengan m manggil pihak yang bersangkutan, jika informasi tersebut benar adanya maka lakukan langkah langkah kongkrit terhadap yang bersangkutan, hal tersebut bertujuan agar persoalan serupa tidak terjadi pada masa yang akan datang.

Kontributor : Roni
Editor : S. Afsor
Publisher : Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*