Sumpah Pemuda adalah bentuk kesatuan tekad pemuda Indonesia pada tahun 1928. Tekad yang lahir demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa

Jakarta – MPGI News, Demi menghimpun yang segala beda di bawah kumandang lagu Indonesia Raya. Sebentuk sumpah dari hati, bukti kecintaan kepada negeri.

Tahun ini, 92 tahun sudah usia Sumpah Pemuda. Usia yang cukup tua, namun semangat dan maknanya akan tetap muda dan membara.

Maka mestinya, saban tahun kita jangan sekadar memperingatinya. Namun menyelami segala kedalaman makna dan hakikatnya.

Yakni sebuah sumpah atau janji berbakti dan bersatu demi Ibu Pertiwi.

Di usianya yang ke-92, Sumpah Pemuda diperingati di tengah masa pandemi. Ini adalah keniscayaan yang harus kita lalui.

Bisa jadi, pada 1928, tantangan dan hambatan menggelar Sumpah Pemuda lebih berat dari situasi saat ini.

Tapi mereka para pendahulu kita telah memberi bukti. Bahwa bersatu-padu dan saling peduli adalah cara melawan hambatan yang dihadapi.

Maka, makna kita mesti memaknai Sumpah Pemuda yang kita peringati di tengah pandemi ini.

Mari bersama berkesepahaman untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan. Pandemi ini harus kita hadapi bersama.

Tanpa melihat apa pun latar belakang kita. Seperti halnya Sumpah Pemuda, yang berhimpun menanggalkan segala beda demi menghadapi lawan yang sama.

Mari bersatu, saling peduli dan mengingatkan. Bahwa melaksanakan protokol kesehatan juga merupakan bagian dari kecintaan pada negeri ini.

Mari bertekad dan berjanji, bahwa spirit Sumpah Pemuda merasuk ke dalam hati, agar kita dapat bersatu, bersama-bersama dalam harmoni menghadapi pandemi. Semoga, pandemi ini segera kita bisa lewati.

“Pemuda Hari Ini, Pemimpin Masa Depan”

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-92

“BERSATU & BANGKIT”

(Red/tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*