Rencana Pemerintah Akan Hapuskan BBM Premium & Pertalite Berikut Tanggapan Ketua PD. PARMUSI Garut

Garut – MPGI News, Senin,27/12/2021 Menanggapi rencana pemerintah menghapus BBM jenis premium dan pertalite, ketua Pengurus Daerah Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) Kab. Garut menyatakan menolak rencana tersebut, hal tersebut disampaikan olehnya kepada media mpgi news.id, dikatakan oleh ketua PARMUSI Garut yang akrab dipanggil kang Dedi, sekarang Harga premium Rp.6.450 Tiba tiba harus membeli BBM jenis pertamak yang mencapai Rp.10.000 ini betul betul mencerminkan ketidakpekaan pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang kian hari kondisi ekonominya kian terpuruk akibat dari dampak covid 19 yang terus menerus, banyak umkm yang gulung tikar dan PHK terjadi dimana-mana tuturnya.

Selanjutnya jika rencana Penghapusan premium dan pertalite bener terjadi, artinya pemerintah memaksa masyarakat untuk membeli pertamak yang harganya mencapai Rp.10.000 itu artinya pemerintah menaikan harga BBM mencapai lebih kurang 50% tandasnya,

Masih kata Dedi, apakah pemerintah gak faham dan setega itu, perlu diketahui ‘ hal ini terjadi ketika masyarakat sedang sibuk menata ekonomi dan usaha nya, tiba tiba harus di hadapkan kepada kebutuhan produksi yang melonjak mencapai 50%.

Harus di ingat kenaikan bbm bukan hanya berdampak kepada sektor tranportasi saja, yang berupa kenaikan ongkos tranportasi umum, melainkan Semua komoditi akan naik dan tetap yang akan menjadi korban masyarakat kalangan menengah kebawah.

Disituasi krisis ekonomi seperti ini dirjen migas masih berbicara kadar oktan, memangnya segenting apa Persoalan lingkungan kita saat ini, ditengah2 dunia sedang melakukan recoveri ekonomi pasca pandemi covid -19, eh indonesia malah berbicara isu lingkungan soal kadar oktan, yang ujung ujungnya menghapus premium dan pertalite yang berdampak akan sangat menyengsarakan rakyat.

Untuk itu kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia, untuk menolak rencana pemerintah yang akan melakukan penghapusan BBM jenis premiun dan pertalite yang jelas jelas akan berdampak luas.

Jika pemerintah ngotot melalukan penghapusan premium dan pertalite, saya beryakinan akan muncul perlawanan politik dari masyarakat berupa tuntutan mundur kepada presiden jokowi ujarnya, terutama masyarakat kecil, kaum buruh dan mahasiswa tidak akan tinggal diam saya yakin itu pungkasnya.

Sumber : Ketua PD PARMUSI Garut ( Dedi Kurniawan)
Kontributor : S. Afsor
Publisher : Red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*