RAPAT LANJUTAN EVALUASI COVID-19 DI KOTA SORONG.

 

Sorong papua barat – MPGI News Pemerintah Kota Sorong menggelar rapat lanjutan terkait evaluasi Covid-19 di Kota Sorong, yang berlangsung di gedung Samu Siret Kantor Walikota Sorong, Selasa (22/98/2020). Walikota Sorong, Drs. Ec. Lamberthus Jitmau, MM dalam kegiatan tersebut menyampaikan beberapa hal terkait Covid-19.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Sorong, Ruddy R. Laku, S.Pi.,MM melaporkan perkembangan data Covid-19 di Kota Sorong yang dapat dirinci sebagai berikut:

KONTAK ERAT
Total = 3.433
Proses karantina = 63
Discharded = 3.370

SUSPEK
Total = 540
Dalam pemantauan = 56
Sedang dirawat = 10
Discharded = 474

PROBABLE
Total = 5

HASIL PEMERIKSAAN
Terkonfirmasi = 642
Negatif = 2.723
Sembuh = 417

PASIEN MENIGGAL
RT-PCR(+) = 13
RT-PCR(-) = 4
Probable suspek = 5

Menanggapi laporan tersebut, Walikota mengatakan bahwa penyebaran virus Corona di Kota Sorong sudah menyebar sangat luas. Oleh karenanya, setiap orang memiliki tanggung jawab masing-masing untuk menjaga diri dan keluarganya. Dengan harapan, penyebaran Covid-19 di Kota Sorong dapat diatasi dengan baik.

“Sosialisasi akan kita lakukan terus, dan masyarakat harus mengikuti intruksi protokol kesehatan. Sudah seharusnya mereka bertanggung jawab pada diri dan keluarga masing-masing. Untuk unit-unit usaha, mereka dibiarkan untuk menjalankan aktifitasnya, tetapi mereka tetap mengikuti instruksi protokol kesehatan,” Kata Walikota.

Dalam rapat tersebut, juga dibahas mengenai sanksi denda yang akan diberlakukan, dimana saat ini sedang dilakukan sosialisasi mengenai penerapan protokol kesehatan, dan denda yang akan diberikan kepada perorangan atau unit-unit usaha dan perkantoran.

Disebutkan juga, setiap gedung pertemuan dan hotel, akan diberikan surat keterangan untuk tidak menerima acara-acara pernikahan, pertemuan berskala besar dan lainnya, yang dapat mengumpulkan massa atau membuat kerumunan. Ditakutkan, penyebaran virus akan terjadi dalam kerumunan tersebut.

Selain itu, setiap maskapai yang tidak menerapkan protokol kesehatan atau mematuhi aturan telah disepakati, akan diberikan aturan yang lebih tegas. Salah satu peraturan maskapai yang dibuat yaitu, di dalam satu pesawat, penumpang hanya berisi maksimal 60 sampai 70 orang.

Kenyataannya, lanjut Walikota, masih ada beberapa maskapai yang tidak mengindahkan aturan yang telah disepakati. Dalam artian, masih ada maskapai yang menerbangkan penumpang lebih dari jumlah yang sudah ditetapkan.

Beda halnya dengan pesawat Garuda Indonesia. Menurut Walikota, hanya pesawat tersebut saja yang memperhatikan protokol kesehatan. Hal ini seusai dengan pantauannya selama masa pandemi Covid-19. Jumlah penumpang yang dilayani pesawat Garuda Indonesia paling banyak 20 orang. Malahan, pesawat tersebut pernah hanya menerbangkan penumpang dibawah 10 orang.

“Tetapi yang lain tidak mematuhi peraturan. Mungkin nanti bisa diterapkan lagi kebijakan dari Walikota, menyangkut kondisi kesehatan masyarakat kota sorong sendiri, karena yang terpenting adalah tidak dilakukan lockdown,” jelas Walikota.

Hal yang sama ditegaskan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan, Sik. Disebutkan, menyangkut aturan yang telah dibuat, hanya pesawat Garuda Indonesia saja yang memperhatikan penerapan protokol kesehatan, dan tidak seperti maskapai yang lain tidak mematuhi peraturan.

“Jadi banyak harapan, agar seluruh maskapai tidak membawa penumpang yang berlebihan. Untuk kegiatan-kegiatan masyarakat berskala besar, mungkin harus membuat izin kepada Satgas, karena terdapat kegiatan masyarakat yang mengumpulkan massa seperti pernikahan. Hal ini tidak diperhatikan protokol kesehatannya,” kata Kapolres.

Sementara itu, Danrem 181/PVT, Brigjen TNI Yulius Selvanus menegaskan, penindakan atas protokol kesehatan di Kota Sorong, harus sesuai dengan Peraturan Walikota Sorong nomor 17 tahun 2020, tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan.

“Kita jangan sampai terkena dampak Covid, karena sampai hari ini Papua Barat dan khususnya Kota Sorong, menjadi zona merah. Kita nomor satu dari Bintuni,” tegas Dandrem

Di tempat yang sama, dr. Sumarnam terkait penutupan sementara Puskesmas Remu dan Puskesmas Malawaei mengatakan, itu merupakan salah satu bentuk perlindungan terhadap masyarakat. Disaat salah satu Tenaga Kesehatan (Nakes) terkonfirmasi positif, maka seluruh nakes di Puskesmas tersebut langsung dilakukan swab.

“Seluruh fasilitas gedung dan sebagainya juga akan langsung dilakukan sterilisasi. Oleh karena itu, kemarin kita lihat di media sosial bahwa dua puskesmas ditutup, yaitu Malawei dengan Remu, itu salah satu bentuk perlindungan yang kami lakukan. Sama juga seperti di Rumah Sakit. Begitu kami melihat ada suatu ancaman bahaya, maka kami langsung mengambil langkah,” aku Dokter.

Wakil Ketua DPRD Kota Sorong, Elisabeth Nauw pada kesempatan itu juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat bersama Satgas Covid-19 Kota Sorong pada Jumat pekan lalu. Sudah ada masukan-masukan yang diberikan kepada Satgas, agar dapat menyampaikan pada tingkat RT/RW, untuk melakukan sosialisasi.

“Kenapa? Karena RT/RW lebih mengetahui masyarakatnya. Kami berharap agar pemerintah Kota Sorong bisa menyurat lagi ke masing-masing daerah. Mereka punya anggaran Covid, kenapa pasien mereka menjadi beban anggaran APBD kita? Kami merasa keberatan. Jangan sampai anggaran kita habis hanya untuk mengurusi penduduk dari kabupaten lain,” ucap Wakil Ketua DPRD Kota Sorong dengan nada tegas.

Menurutnya, tujuan dari pertemuan tersebut adalah, untuk menanggulangi virus Covid-19 yang semakin meningkat di Kota Sorong. Dengan demikian, Peraturan Walikota (Perwali) harus ditegakkan dengan melibatkan RT/RW, Lurah dan Distrik.

Aksi yang diambil, kata Wakil Ketua, bukan hanya dengan sosialisasi saja, namun jika diperlukan, perlu adanya pos-pos pengawasan yang memantau apabila ada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

Terkait dengan penjualan masker yang menjamur di Kota Sorong, menurut Walikota, terdapat sejumlah masker yang tidak memenuhi standar. Oleh karena itu, pihaknya akan membeli masker-masker tersebut dan kemudian dimusnahkan.

Sebagaimana dilansir cnnindonesia.com, masker scuba dan buff memiliki efekvifitas rendah dalam menangkal virus, bakteri dan debu. Tingkat efektivitas keduanya antara 0-5 persen, angka ini jauh di bawah masker kain tiga lapis dengan persentase efektivitas 50-70 persen.

Selain itu, masker scuba dan buff tidak termasuk dalam anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), karena masker tersebut berbahan tipis satu lapis, atau dari bahan neoprene yang cenderung elastis. Jika ditarik, pori akan membesar, sehingga membahayakan pengguna dari droplet orang positif Covid-19.

Sementara itu, perwakilan Kejaksaan Negeri Sorong, Elson S. Butarbutar, SH mengatakan, sebelumnya peraturan Walikota Sorong nomor 17 tahun 2020, tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan, sudah tercatat di berita daerah tanggal 18 Agustus 2020 lalu.

“Jadi sudah satu bulan sejak diperundangkan. Sehingga, ketika aturan sudah diundangkan, tidak ada alasan lagi bahwa orang tidak mengetahuinya. Tapi memang, sosialisasi yang tengah dilaksanakan memberi pengetahuan kepada masyarakat, bahwa sudah ada peraturan walikota yang mengatur tentang ada sanksi,” jelas Elson.

Terkait dengan pelaksanaan penindakan, apabila ada sanksi pidana, maka dalam hukum acara pidana, harus ada keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Sehingga, dalam pelaksanaannya, pihak Kejaksaan Negeri Sorong akan berkoordinasi dengan pihak Pengadilan Negeri Sorong, jelas Elson lagi.

“Pada intinya, Perwali sudah keluar. Jadi saya harap kepada tim Satgas, untuk dapat berkoordinasi dengan pihak terkait. Surat-surat yang membutuhkan tanda tangan, agar segera diserahkan,” Sambung Walikota.

Harapannya, sosialisasi kepada masyarakat harus dipertajam. Selain itu, saat sosialisasi dilakukan, administrasi surat-surat tersebut juga sudah harus ditandatangani.

“Untuk masalah hukumnya kita llihat saja nanti, bagaimana baiknya. Nanti kita berkoordinasi dengan ketua Pengadilan, dan kita samakan persepsi dan kata Walikota mengakhiri rapat lanjutan tersebut,Hanya maskapai garuda indonesia yang mematuhi protokol kesehatan dengan baik,”ucapnya.

(Timo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*