Pertamina Sosialisasi dan Menghimbau Kapada Masyarakat Menengah Untuk Menggunaan Tabung Bright Gas 5,5 Kilogram

 

Melawi, Kalbar, MPGI News, Pertamina Persero Sintang mensosialisasikan pengunaan Bright Gas 5,5 kilogram kepada masyarakat menengah di Melawi dan kepada pelaku UMKM dan industri skala rumah tangga. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Lapangan kuliner Nanga Pinoh, Rabu ( 07/10/2020 )

Penggunaan Bright Gas 5,5 kilogram di masyarakat, terutama kalangan menengah ke atas belum cukup menggembirakan. Terbukti, elpiji bersubsidi yang seharusnya diperuntukan bagi masyarakat miskin justru banyak dimanfaatkan menengah ke atas.

” Oleh karena itu, PT Pertamina akan mendorong masyarakat mampu untuk menggunakan Bright Gas 5,5 kilogram. Salah satunya, dengan program trade in dua tabung elpiji tiga kilogram ditambah Rp100 ribu ditukar tabung Bright Gas 5,5 kilogram plus isinya,” jelas Novan Reza Pahlevi
Sales Branch Manager III Kalbar
PT. Pertamina (Persero) Sales Branch Manager III Kalbar PT. Pertamina (Persero)

Sementara ungkap Novan Reza Pahlevi, bagi usaha kecil dan menengah, serta masyarakat mampu dapat beralih menggunakan Bright Gas yang tersedia dalam kemasan 5,5 Kg dan 12 Kg. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjaminnya pemenuhan hak masyarakat miskin untuk memperoleh LPG 3 Kg Bersubsidi

” Karena tabung elpiji bersubsidi itu terbatas kuotanya, maka dibutuhkan adanya peralihan konsumsi ke tabung elpiji yang nonsubsidi. Yakni, dengan mengarahkan kepada masyarakat mampu untuk menggunakan Bright Gas 5,5 kilogram. Sebagai upayanya, masyarakat golongan mampu didorong menggunakan elpiji tidak bersubsidi. Karena, untuk elpiji tidak bersubsidi kuotanya tidak berbatas”, ujarnya.

Lebih lanjut ungkap Novan Reza Pahlevi menjelaskan, Bright Gas 5,5 kg itu kita ada promonya, yaitu trade in. Tukar dua tabung tiga kilogram kosong dan bayar Rp.100.00 dapat tabung Bright Gas 5,5 kilogram. Tapi ini bukan paksaan, saya jelaskan kepada masyarakat ya, yang mau saja.

” Elpiji tiga kilo itu sebenarnya hanya untuk keluarga miskin. Namun faktanya, di luar kalangan itu juga menikmati. Makanya, kita tidak berhenti menyosialisasikannya. Khusus untuk UKM, yang semula masih memakainya, supaya beralih ke nonsubsidi bright gas. Karena Bright Gas Lebih terjangkau. Jadi untuk ASN, TNI, Polri dan UKM diharapkan jangan pakai tabung melon. Karena mereka bukan sasaran barang bersubsidi,” harapnya.

Sementara andi salah seorang yang memiliki Pangkalan Elpiji di Kecamatan Nanga Pinoh menyampaikan, Sangat mengapresiasi kegiatan penukar elpiji 3 kilogram ke tabung bright gas 5.5 kilogram ini. Selain itu dirinya berharap paling tidak minimal 40% masyarakat melawi dapat mengunakan gas non subsisdi.

” Dalam penggunaan gas non sibsidi di harapkan peran pemerintah daerah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat terutama ASN untuk beralih ke gas elpiji yang non subsidi,” pungkasnya.

(Dw/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*