Pendatang Dari Luar Kota Heran : Kok Garut Jadi Darurat Sampah ???

Garut – MPGI-NEWS.ID – Sebutan Garut kota Intan, kini harus sirna, dengan adanya tumpukan sampah yang berserakan disana sini, diselingi aroma bau busuk.

Berdasarkan peninjauan awak media, Minggu 11/10/26, dibeberapa ruas jalan protokol di kota Garut tampak tumpukan sampah menggunung dugaan sudah 3 hari belum diangkut oleh Dinas LH Garut.

Penumpukan sampah tersebut berlokasi di ;
1.Jalan Jend Ahmad Yani Timur wilayah Arah kecamatan Karang Pawitan.
2.Jalan Jend Sudirman mulai Kawasan Copong sampai Lampu Merah Sukadana.
3.Jalan Hasan Arif Banyuresmi arah obyek wisata Bagendit.
4.Jalan Guntur, Depan Ramayana kelurahan Pakuwon, Ciwalen dan kota wetan ( wilayah kecamatan Garut kota ).

Hal mengenai tumpukan sampah yang mencoreng wajah kota Garut ini, ironisnya disampaikan oleh warga kotaTangerang yang kangen kampung halaman dan sengaja berlibur ke kota Garut, teringat masa kecilnya sanak saudaranya dari orangtuanya berasal dari kp. Desa Cipicung kecamatan Banyuresmi.

Menurut Kang Dedi kepada media mengatakan, kami datang ke Garut dengan keluarga besarnya juga rekan karyawan perusahaanya, (satu Bis Besar 60 orang), disela acara kunjungannya ke stadion sepakbola GSC Banyuresmi dalam laga uji tandiPersahabatan, yang kedua ke situ bagendit dan diakhiri belanja ke pusat kulit Sukaregang, ujarnya.

Sebagai warga Asgar kang Dedi kecewa, melihat wajah kota Garut yang dulu terkenal dengan kebersihan dan keindahan alamnya, sekarang harus menutup hidungnya tak kala bau menyengat sepanjang jalan yang dilewati, bahkan parkir pun persis didepan tumpukan sampah yang sudah berserakan di area ruas jalan Sukaregang, ungkapnya.

Ini tamparan keras buat Pemerintah Kabupaten Garut cq DLH, peristiwa ini sering terjadi, yang lebih mengerikan ini sudah memasuki musim hujan, seandainya tidak segera ditangani sudah dipastikan bencana banjir dan wabah penyakit akan datang.

Ayi Sanjaya seorang Aktivis lingkungan, menyoroti tata kelola dan penjadwalan pengangkutan sampah dinas LH Garut menyebut, apakah aparatur pemkab Garut Bupati Wakil Bupati pejabat terkait tak melihat tumpukan sampah yang sudah bau menyengat, dan lalat ijo beterbangan, suatu contoh saja di tempat pembuangan sampah depan layung sari batas karangpawitan ( sampahnya sudah mengunung sampai berurai jatuh ke sungai ), tandasnya.

Menurut Ayi, menyikapi darurat sampah ini akan segera berkoordinasi dengan lembaga aktivis lingkungan hidup untuk diagendakan Audiensi di DPRD, pungkasnya.

Penulis : Ndank.Supardin
Publishare ; Red.03.SA.