MPGINEWS.ID – SINGKAWANG , KALIMANTAN BARAT – Pemuda dan mahasiswa di Kota Singkawang didorong untuk mengambil peran aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait penanganan bencana, sekaligus mengawal transparansi penggunaan anggaran bantuan agar tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan diskusi Gelas Rekonsiliasi (GE-RE) yang digelar Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kota Singkawang, Senin (02/11/2026).
Kegiatan mengangkat tema “Optimalisasi Peran Pemuda dan Mahasiswa Mendukung Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Bencana dan Mengawal Transparansi Bantuan Anggaran Penanganan Bencana di Kota Singkawang.”

Diskusi tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, perwakilan organisasi kepemudaan, serta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Singkawang. Salah satu narasumber yang hadir adalah Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Singkawang, Mokhlis, S.STP., M.Si.
Dalam pemaparannya, Mokhlis menyampaikan apresiasi atas inisiatif kalangan pemuda yang menghadirkan ruang diskusi kritis dan konstruktif. Menurutnya, forum seperti GE-RE perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah bertukar gagasan, menyampaikan aspirasi, serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami dari pihak pemerintah sangat menyambut baik kegiatan ini dan berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujar Mokhlis.
Ia menegaskan, pemuda dan mahasiswa tidak hanya berperan sebagai kelompok yang menyampaikan kritik, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui gagasan, kepedulian sosial, dan keterlibatan langsung dalam berbagai persoalan pembangunan.

Terkait penanganan bencana, Mokhlis menekankan pentingnya keterlibatan pemuda sebagai salah satu pilar dalam membangun ketangguhan masyarakat. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan mitigasi bencana, pengurangan risiko, penguatan sistem peringatan dini berbasis komunitas, serta sinergi dengan pemerintah dan unsur terkait.
“Pemuda sebagai pilar tangguh bencana. Pemuda menggerakkan mitigasi untuk mengurangi risiko, membangun sistem peringatan dini berbasis komunitas dan bersinergi bersama pemerintah,” jelasnya.
Selain terlibat dalam upaya penanganan bencana di lapangan, pemuda dan mahasiswa juga diharapkan berkontribusi dalam mengawal transparansi pengelolaan bantuan dan anggaran penanganan bencana. Pengawasan tersebut menjadi bagian dari kontrol sosial agar setiap bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan dan penggunaannya sesuai ketentuan.
Mokhlis berharap melalui forum GE-RE dapat lahir generasi muda yang memiliki kepedulian sosial, wawasan kebencanaan, serta keberanian mengambil bagian dalam membantu masyarakat ketika terjadi bencana.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan kalangan akademisi dalam membangun Kota Singkawang.
Semangat tersebut sejalan dengan slogan “Pemuda Maju, Indonesia Kuat” dan “Singkawang Maju, Bersama Pemuda.”
Pewarta : Sari – mpgi







