Mpgi, Jakarta – Ketua Umum Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia, Indria Febriansyah, S.E., M.H., mengecam keras tindakan penyandingan bendera bajak laut dengan bendera Merah Putih yang diduga dilakukan oleh sekelompok anak muda dari generasi Z dalam sebuah kegiatan publik.
Menurut Indria, tindakan tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap simbol negara dan bentuk nyata dari pengkhianatan terhadap perjuangan para pendiri bangsa.
Pendahulu kita mengorbankan nyawa untuk mengibarkan Merah Putih. Hari ini, simbol sakral itu justru disandingkan dengan bendera bajak laut. Ini bukan sekadar ketidaktahuan ini pelecehan terhadap kehormatan bangsa,” tegas Indria dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (1/8/2025).
Indria mendesak TNI dan Polri untuk segera turun tangan mengusut dan menertibkan aksi semacam ini. Ia menilai tindakan itu tidak bisa dianggap sebagai sekadar kebebasan berekspresi.
TNI/Polri tidak boleh tinggal diam. Ini bukan soal opini ini soal martabat dan kehormatan nasional. Jika pelecehan semacam ini dibiarkan, maka lambat laun akan menghancurkan semangat nasionalisme generasi muda,” ujarnya.
Indria juga menyoroti lemahnya pendidikan karakter dan nasionalisme di kalangan generasi muda, yang membuat mereka rentan terseret arus budaya populer tanpa dasar kebangsaan yang kuat.
Merah Putih bukan sekadar ornamen. Ia adalah jiwa bangsa. Menyandingkannya dengan simbol perompak adalah tamparan keras bagi kita semua bahwa pendidikan kebangsaan sedang dalam kondisi darurat,” tegasnya.
Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia menyerukan kolaborasi nasional antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kebudayaan, dan masyarakat luas untuk mengawal kehormatan simbol negara dan memperkuat kembali nilai-nilai patriotisme di tengah generasi muda.
Sumber : Indria Febriansyah, S.E., M.H.,& Gusdin
Red//98







