Pasca Keracunan Makanan Yang Diduga Dibeli Di Toserba Asia Store Garut, Konsumen Laporkan Ke BPSK

 

MPGI News Garut – Jawa Barat Rabu,7/10/2020 sebelumnya dimedia yang sama telah diberitakan, bahwa ada konsumen tetap Toserba Asia Store, berbelanja makanan ringan Jenis Wafer yang diduga diproduksi oleh PT.Nabati, setibanya dirumah konsumen inisial (SY) memberikan makanan tersebut kepada orang tuanya yang berinisial (ES), namun tanpa disadari sebelumnya bahwa makanan tersebut sudah kadaluarsa, setelah masing – masing memakan kue kaleng tersebut, beberapa saat kemudian (ES) dan tiga orang anggota keluarga lainya mulai merasakan pusing, mual, hingga diare/mencret selama beberapa hari.

“Walaupun dalam kondisi sulit akibat pandemi covid -19, (ES) memaksakan diri memeriksakan dirinya dan berobat ke salah satu klinik di ciawitali, disitulah baru diketahui bahwa dirinya dan keluarga terganganggu kesehatanya diakibatkan oleh makanan yang telah habis masa kadaluarsanya pada tanggal 09/02/2020, hal tersebut diterangkan oleh dokter yang menanganinya.

“Selanjutnya korban memberitahu kejadian tersebut kepada rekanya yang kebetulan berprofesi wartawan online, Tak menunggu lama awak media tersebur melakukan konfirmasi kepada pihak Toserba tersebut diatas, pada tanggal 3/10/2020 tiga hari setelah kejadian berlangsung. ;namun sampai hari ini pihak Asia Store terpantau tidak menunjukan itikad baik sama sekali terhadap keluarga korban. Jangankan bertanggungjawab menjenguk korbanpun tidak dilakukan.

“menyikapi hal ini konsumen didampingi keluarganya juga awak media, melaporkan kejadian yang menimpa dirinya dan keluarga kepada Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen, karena jika dilihat’ dasar aduanya jelas bahwa sangat patut untuk menduga pihak Asia Store dan distibutor makanan ringan produk PT.Nabati melakukan kelalaian dan terindikasi melanggar :
1. UU Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen Jo. UU nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan.

“Dengan dilaporkanya perusahaan pengelola maupun distributor makanan tersebut kepada instansi yang berwenang (BPSK), konsumen beserta keluarga korban berharap, persoalan ini dapat berjalan dengan semestinya, agar hal – hal yang berakibat fatal seperti rusaknya bagian organ tubuh, bahkan lebih jauhnya dapat mengakibatkan nyawa orang lain melayang, diakibatkan oleh racun dari makanan yang telah kadaluarsa, tidak terjadi dan menimpa orang lain dikemudian hari ujar korban ES.

“Selanjutnya bagi pihak perusahaan baik pengelola toko maupun distibutor makanan haruslah lebih hati – hati dan lebih ketat untuk melakukan pengawasan terhadap makanan yang ada masa kadaluarsanya, ingat yang namanya makanan itu dikonsumsi dan masuk kedalam perut manusia, jika makanan itu kadaluarsa dan dapat menimbulkan seseorang keracunan, mau tidak mau jelas harus dipertanggung jawabkan, karena semua kegiatan usaha sudah diatur dan ada regulasinya, baik yang berbentuk undang undang(UU) maupun peraturan penunjang lainya, semua bertujuan memberikan jaminan perlindungan terhadap warganegara indonesia pungkas ES.

(S.Afsor/Tim biro garut)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*