Para Pihak Penuhi Panggilan BPSK Garut Terkait Dugaan Toserba Asia Dep Store Menjual Makanan Kadaluarsa

 

MPGI News Garut – Jawa Barat Jumat,23/10/2020 Dugaan Toserba Asia Depstore menjual makanan yang telah lewat jauh titimangsa kadaluarsanya, hari ini para pihak yang dianggap bertanggungjawab hadir memenuhi jadwal/agenda yang sudah ditentukan oleh majlis BPSK.

“Terpantau oleh awak media ada tiga pihak yang hadir pada panggilan pertama ini diantaramya :
1. Pihak pelapor/Korban
2. Pihak PT.ASIA DEPSTORE
3. Pihan Distributor PT. Kaldusari Nabati
“Pertemuan berlangsung kurang lebih selama satu setengah jam, sempat terjadi sedikit salah faham dengan salah satu anggota BPSK, tak lama setelah acara dimulai, pasalnya ada Oknum Anggota BPSK inisial (AR) yang melarang wartawan meliput kegiatan tersebut, dengan alasan bahwa dalam hal melaksanakan tugasnya, tidak diperkenankan pihak lain baik pengacara maupun (wartawan) masuk kedalam untuk melakukan peliputan, dengan alasan yang tidak jelas, namun sebelum dikonfirmasi oleh beberapa awak media yang sedang berada di kantor BPSK, oknum anggota tersebut tanpa diketahui sudah lebyap meninggalkan kantor BPSK dan tidak kembali lagi tanpa diketahui penyebabnya hingga proses selesai.

“Selanjutnya usai pertemuan awak media melakukan wawancara dengan salah satu majlis BPSK yang bernama Asep Rahmat, dalam pertemuan tadi kami menangkap pihak PT.Asia Depstore menyangkal dengan alibi’ mungkin saja Barang tersebut ditukar dengan barang yang dibeli dari tempat lain ujar Asep Rahmat. ;Begitu pula keterangan dari pihak korban dan pihak Distributor PT.Kaldusari Nabati semua kami catat, selanjutnya akan dijadikan bahan pertimbangan dalam mengeluarkan rekomendasi tambahnya, terkait pernyataan seorang oknum anggota BPSK yang melarang pihak luar termasuk wartawan melakukan peliputan’ mungkin itu hanya salah faham saja ujar asep, karena hanya para pihak yang terkaitlah yang harus didalam mungkin mengingat ruangan kami yang sempit, sehingga tidak memungkinkan ditambah orang kan kita juga harus mematuhi prokes(protokol kesehatan) untuk lebih jelasnya kami harus konfirmasi dulu kepada orang yang bersangkutan, mohon di maklum adanya pungkas Asep.

“Selanjutnya pihak korban yang berinisial (ES) juga menyampaikan keterangan kepada awak media, Jika disimak dari pembicaraan tadi’ Pihak Asia menyangkal dengan tanpa alat bukti, bahwa barang tersebut telah dibeli dari Toserba Asia Depstore, sedangkan kami/korban tidak mungkin melaporkan telah terjadi peristiwa keracunan makanan ini tanpa dilengkapi oleh alat buktinya papar (ES), itu sangat tidak ada gunanya buat saya, perlu diketahui alat bukti yang kita titipkan di BPSK ini antara lain :
1. Foto copy KTP
2. Sisa makanan wafer reecees nabati yang dibeli dari toserba Asia
3. Struke belanja baik foto copy maupun aslinya
4. Struke berobat dan resep dari dokter
5. Foto copy Kartu kredit BCA sebagai alat tukarnya
6. Dokumentasi ketika sedang berobat kedokter

“Semua sudah kami lampirkan dan sampaikan ke BPSK, buat saya justru pihak Asia ini seenaknya bilang mungkin saja itu ditukar diwarus lain, tanpa didukung dengan bukti apapun, sebagai salah satu Toserba Ternama digarut, saya masyarakat garut sangat kecewa dengan Asia, berempatipun terhadap korban tidak mereka lakukan sama sekali, kami selaku masyarakat/konsumen akan terus menuntut keadilan hukum, terkait dugaan pelanggaran UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen (UUPK) terhadap Asia, karena jelas mereka sudah menjual makanan kadaluarsa, dan ini jelas bukan suatu kebetulan ; karena barang tersebut jelas sedang dipromosikan, artinya sudah direncanakan sebelumnya, ingat ! yang namanya makanan masuk kedalam tubuh manusia dan berpotensi merenggut nyawa manusia yang memakanya pungkas ES.

“Sayangnya dua pihak lainya yakni ; pihak Toserba Asia Depstore dan pihak kaldusari nabati terlebih dahulu meninggalkan kantor BPSK sehingga sampai berita ini ditayangkan awak media tidak sempat meminta keterangan.

(S.Afsor/Tim biro garut)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*