Melodi Sinaga HARAPKAN JURNALIS JUNJUNG TINGGI KODE ETIK JURNALISTIK

 

Bekasi – MPGI News, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya, meliputi Kabupaten dan Kota Bekasi, Melodi Sinaga, mengingatkan kepada para wartawan atau jurnalis untuk menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan UU No. 40 Tentang Press.

Hal itu diungkapkan oleh Melodi saat dihubungi oleh awak media melalui telepon seluler. Selasa (06/10).

Menurut Melodi, maraknya spanduk yang membatasi gerak wartawan dalam mendapatkan informasi di sekolah-sekolah maupun di kantor-kantor Desa. Akibat ulah dari oknum-oknum jurnalis yang kurang mengerti kode etik jurnalistik. Selain dari rasa apriori dari oknum guru, kepala desa atau narasumber lainnya terhadap profesi wartawan.

“Jika mereka benar bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku dan penggunaan anggaran yang tepat. Buat apa takut dengan wartawan ?.” Sanggah Melodi.

Masih menurut Ketua PWI, penyimpangan yang terjadi itulah yang disikapi oleh para wartawan. Karena tugas seorang wartawan tidak hanya menyajikan berita tetapi juga ada fungsi kontrol didalamnya.

Dimisalkan oleh melodi, penyimpangan penggunaan dana BOS atau ADD Desa. Tentunya akan disikapi oleh para kuli tinta. Agar penyimpangan tidak terjadi dan ada upaya dari terduga pelaku penyimpangan untuk memperbaikinya.

Karena seringnya penyimpangan penggunaan dana BOS maupun ADD. Timbulah istilah “jatah dana BOS” maupun “Jatah ADD” untuk wartawan.

“Yang sebenarnya tidak ada jatah untuk wartawan dari dana BOS maupun ADD.” Tegas Melodi.

Untuk itu Melodi menghimbau kepada pengguna anggaran. Untuk menggunakan anggaran sesuai peruntukannya dan sesuai spesifikasi. Sehingga tidak ada hal-hal yang dapat menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Untuk Dana BOS, kementerian pendidikan telah meluncurkan program siplah dan untuk ADD kementerian Desa telah meluncurkan siskudes sehingga laporan keuangan penggunaan anggaran dapat lebih dipertanggung jawabkan.

“Manfaatkan program tersebut.” Lanjut Melodi.

Sedangkan untuk para kuli tinta, Melodi berpesan untuk menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, berpakaian sopan dan tidak menghakimi dalam menggali informasi kepada narasumber. Ikutilah pembinaan – pembinaan yang dilakukan persatuan – persatuan wartawan.

Untuk pembinaan yang dilakukan PWI bekerja sama dengan HUMAS Pemda Kabupaten maupun Kota Bekasi, seperti Uji Kompetensi Wartawan, untuk tahun ini tidak dapat dilaksanakan. Hal itu dikarenakan refocusing anggaran oleh pemda Kabupaten / Kota Bekasi.

(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*