Krisis Air Bersih Singkawang Perlu Solusi Terintegrasi, Em Abdurrahman Dorong Penguatan Infrastruktur AMGP

 

MPGINEWS.ID ~ SINGKAWANG, KALBAR — Persoalan keterbatasan pelayanan air bersih di Kota Singkawang dinilai tidak dapat diselesaikan hanya dengan meningkatkan kemampuan produksi Perumda Air Minum Gunung Poteng (AMGP). Penguatan sumber air baku serta pembenahan jaringan dan sarana penyaluran air hingga ke rumah masyarakat juga diperlukan.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Aliansi LSM Perintis Kota Singkawang, Em Abdurrahman yang akrab disapa Maman, setelah pihaknya melakukan penelusuran dan investigasi terhadap berbagai keluhan masyarakat terkait pelayanan air bersih., pada Rabu (07-Oktober-2026).

Menurut Maman, hasil investigasi menunjukkan bahwa persoalan pelayanan AMGP cukup kompleks dan saling berkaitan. Tidak hanya menyangkut kemampuan memproduksi air, tetapi juga keterbatasan jaringan dan sarana pendukung untuk menyalurkan air kepada masyarakat.

Berdasarkan data yang menjadi bahan kajian, kemampuan terpasang fasilitas pengolahan air AMGP tercatat sekitar 340 liter per detik. Namun, produksi riil atau kemampuan produksi efektif berdasarkan pemutakhiran data tahun 2026 berada di kisaran 229 liter per detik.

Di sisi lain, jumlah penduduk Kota Singkawang pada 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 252.069 jiwa. Dengan asumsi cakupan pelayanan sebesar 60 persen, jumlah penduduk yang menjadi sasaran pelayanan diperkirakan sekitar 151.241 jiwa.

Dalam kajian kebutuhan sistem yang digunakan, kebutuhan pasokan air tahun 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 606,83 liter per detik. Jika dibandingkan dengan kemampuan produksi riil AMGP yang berada di kisaran 229 liter per detik, terdapat kesenjangan sekitar 377,83 liter per detik.

Maman mengatakan, kesenjangan tersebut menunjukkan perlunya langkah bertahap untuk meningkatkan kemampuan penyediaan air.

Namun, menurutnya, penambahan kemampuan produksi tidak otomatis menyelesaikan persoalan apabila tidak diikuti dengan kesiapan sarana penyaluran.

“Kalau kemampuan produksi ditambah tetapi jaringan dan sarana pendukungnya belum memadai, peningkatan produksi belum tentu otomatis meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Maman.

Ia menjelaskan, selain fasilitas pengolahan air, pemerintah dan Perumda juga perlu memperhatikan ketersediaan sumber air baku, tempat pengambilan air, saluran pembawa air, tempat penampungan, jaringan pipa utama, jaringan pipa menuju kawasan permukiman, fasilitas peningkat tekanan air serta sambungan pipa ke rumah-rumah masyarakat.

“Jadi persoalannya bukan hanya berapa banyak air yang bisa diproduksi, tetapi bagaimana air tersebut bisa dialirkan secara baik dan berkelanjutan sampai ke masyarakat,” jelasnya.

Menurut Maman, persoalan pelayanan air bersih di Kota Singkawang merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara Perumda AMGP, Pemerintah Kota Singkawang dan DPRD Kota Singkawang.

“Ini bukan hanya persoalan Perumda AMGP. Pemerintah, DPRD dan pihak Perumda harus bersama-sama mencari jalan keluar. Masyarakat membutuhkan pelayanan air bersih yang berkelanjutan dan penyelesaiannya harus diarahkan pada solusi permanen,” katanya.

Maman juga mengapresiasi anggota DPRD Kota Singkawang yang telah menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja Perumda AMGP.

Namun, menurutnya, fungsi pengawasan perlu berjalan beriringan dengan fungsi penganggaran. Dukungan anggaran dinilai penting untuk membangun dan memperkuat berbagai sarana yang diperlukan guna meningkatkan kemampuan dan jangkauan pelayanan air bersih.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, fungsi kontrol harus berjalan seimbang dengan fungsi penganggaran. Kalau memang dibutuhkan pembangunan sarana untuk meningkatkan pelayanan, tentu harus ada dukungan kebijakan dan anggaran yang memadai,” tegasnya.

Maman berharap Pemkot Singkawang, DPRD dan Perumda AMGP dapat menyusun langkah penyelesaian yang terukur, mulai dari peningkatan kemampuan produksi, penguatan sumber air baku, pembenahan jaringan penyaluran hingga penambahan sambungan ke rumah masyarakat.

“Kami tidak ingin persoalan ini hanya menjadi bahan perdebatan. Yang terpenting adalah bagaimana pemerintah, DPRD dan Perumda duduk bersama mencari solusi yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” pungkas Maman.

 

Sumber : Koordinator LSM PERINTIS ( EM ABDURRAHMAN )

Pewarta : Ferry S