Mpgi.id, Singkawang Kalimantan Barat // – Menanggapi dugaan keracunan menu MBG yang terjadi di sekolah MAN Model Kota Singkawang, yang terjadi pada Kamis (5/2/2026) siang, sebanyak 65 siswa siswi dilarikan ke rumah sakit dan klinik dua diantaranya tenaga pengajar atau guru.
Dalam Jumpa persnya pada Sabtu (7/2/2026) sore bertempat di Cafe Nordu tepat nya di jalan Jenderal Sudirman, turut dihadiri pula oleh kepala regional MBG Kalbar Agus Kurniawi bersama kepala SPPG Singkawang Tengah Maulidi Ikhsan, Koodinator MBG wilayah Kota Singkawang Devi Riskia, Perwakilan Yayasan Sinar Cahaya Khatulistiwa Efin, serta mitra SPPG Singkawang Tengah Anisa Nur Afifah.
Agus Kurniawi selaku kepala regional MBG Kalbar mengatakan meminta maaf yang sebesar-besar nya atas kejadian yang terjadi dan berjanji akan mengevaluasi program MBG yang akan lebih baik lagi kedepannya terkait dari siswa siswi yang diduga keracunan makanan, dan juga akan mengunjungi siswa siswi sebagai ungkapan permohonan maaf secara langsung.
“Permasalahan ini akan kita jadikan pelajaran dan akan mengevaluasi secara menyeluruh dan memastikan program MBG semangkin baik kedepannya, semua masukan, kritik saran dari teman-teman media dan masyarakat, kita terbuka dan transparan terhadap permasalahan yang terjadi agar menjadikan bahan kami untuk selalu memperbaiki kinerja kami kedepannya,” jelas Agus Kurniawi
Di tempat yang sama Maulidi Ikhsan selaku Kepala SPPG Singkawang Tengah juga membenarkan kejadian ini dan meminta maaf yang sebesar-besar nya kepada murid-murid yang terdampak dugaan keracunan makanan.
“Kita masih menunggu hasil lab dan belum bisa memastikan makanan apa yang menjadi penyebab terjadinya keracunan, karna hasil dari uji lab ini memakan waktu sekitar satu minggu,” jelasnya
Penyebab keterlambatan pendistribusian yang menjadi indikasi penyebabnya dugaan keracunan terjadi, salah satu faktornya dikarenakan saat makanan yang panas langsung di packing tanpa mendinginkan nya terlebih dahulu karena armada hanya ada dua unit, dan ini baru kali pertama terjadi keterlambatan dalam pengiriman makanan ke sekolah-sekolah, kata Maulidi Ikhsan
Senada dengan hal yang sama Devi Riskia mengatakan sudah turun langsung mengunjungi siswa siswi yang terdampak keracunan ke rumah sakit dan klinik.
“Kami akan tetap memantau langsung siswa siswi yang berdampak ini dan terus berkoordinasi kepada pihak sekolah Man Model karena kami tidak ingin hal ini terulang kembali di kemudian hari,” ujar Devi Riskia
( Heru )







