Garut – mpginews.id – Tingginya angka perceraian di kabupaten garut tentu berkaitan langsung dengan angka jumlah kaum perempuan yang mau tidak mau harus menyandang status single perent.
Perlu diketahui oleh khalayak, Single parent adalah orang tua tunggal yang membesarkan, merawat, dan menafkahi anak seorang diri tanpa kehadiran atau dukungan pasangan. Kondisi ini umumnya terjadi akibat perceraian, perpisahan, kematian pasangan, atau keputusan memiliki anak di luar pernikahan, berikut situasi/kondisi yang kerap dialami oleh perempuan yang berstatus single perent diantaranya: .
1. Peran GandaSeorang single parent harus mengambil alih peran ganda sekaligus, yakni sebagai pencari nafkah, pengasuh, pendidik, sekaligus pengambil keputusan utama dalam keluarga.
a. Single mother: Ibu yang berperan sebagai orang tua tunggal.Single father: Ayah yang berperan sebagai orang tua tunggal. b. Beban Finansial dan EmosionalTanggung jawab penuh berada di tangan satu orang. Secara finansial, mereka harus mengelola seluruh kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak.
c. Secara emosional, single parent juga harus tangguh mengelola perasaan mereka sendiri sembari memastikan kebutuhan psikologis dan kasih sayang anak tetap terpenuhi. d. Dukungan Sosial (Support System)Menjalani peran ini sendirian sering kali melelahkan. Oleh karena itu, membangun dukungan sosial dari keluarga besar, teman, atau bergabung dengan komunitas single parent sangat penting untuk saling berbagi pengalaman dan meringankan beban.
Forum Group Discusion yang digelar oleh DPC PDI Perjuangan dihadiri diantaranya oleh:
1. Ketua DPC PDIP Kab. Garut (Ilham Fathurrohman).
2. Sekretaris DPC PDIP Kab Garut (Dedi Hasa Bahtiar).
3. Wakil Ketua Bidang Kehormatan (Asep Setiawan).
4. Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan (Hj. Lina Rohayati).
5. Wakil Ketua Bidang Hukum (Supriyadi SH.).
Diterangkan Hj Lina Rohayati kepada wartawan bahwa FGD ini bertujuan menyerap masalah aspirasi atau belanja masalah apa yang menjadi latar belakang penyebab perceraian mereka, dan mencoba mendalami bagaimana mereka menjalani kehidupan sehari hari, berikut apa yang menjadi keluhan mereka, dan mencoba melakukan trecing apa keahlian mereka, karena kami harus membantu untuk mencarikan solusi usaha apa yang cocok sesuai skil yang mereka miliki ujar hj. Lina.
Ditempat dan waktu yang sama, Ketua DPC PDIP Garut (Ilham Fathurrohman) juga menambahkan, bahwa untuk membantu mengatasi persoalan yang rata rata berlatar belakang ekonomi ini, terbersit dibenak kami untuk solusinya adalah adanya sebuah koperasi yang semua anggotanya menyandang status single perent/janda imbuhnya.
Intinya mereka butuh dibantu untuk bertahan hidup, dan memberikan pekerjaan menjadi solusi solusi agar para single mom ini mampu bangkit kembali ekonominya dan tetap menjadi tumpuan kelangsungan hidup keluarga mereka pungkasnya. (Endang Supardin)
Publisshare : Red/03-S.A







