Diskusi Publik di ITKK Sekadau, Tawak Borneo Dorong Pemuda Jadi Garda Terdepan Cegah Kekerasan Seksual

Mpgi.id, Sekadau, Kalimantan Barat // – Komunitas Tawak Borneo bersama Pusakamas ITKK dan Muda Mudi Sekadau menggelar diskusi publik bertema “Peran Pemuda dalam Mencegah Terjadinya Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak di Wilayah Kabupaten Sekadau” di Perpustakaan Institut Teknologi Keling Kumang (ITKK) Sekadau, Kalimantan Barat, pada Selasa (13/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan dialog bagi generasi muda untuk meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan kekerasan seksual serta pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Diskusi tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas, hingga perwakilan instansi pemerintah dan kepolisian.

Hadir sebagai narasumber, Petronela Eli, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sekadau.

Dalam pemaparannya, Petronela menjelaskan berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk kekerasan seksual, pelecehan, diskriminasi, serta perlakuan tidak adil. Ia juga menguraikan dampak kekerasan terhadap kondisi psikologis korban, kehidupan sosial, perkembangan diri, hingga masa depan mereka.

Menurutnya, pencegahan kekerasan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Diperlukan keterlibatan keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, aparat penegak hukum, serta generasi muda untuk membangun lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.

Keluarga, lanjutnya, memiliki peran mendasar dalam memberikan pendidikan yang tepat, membangun komunikasi terbuka, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak. Di sisi lain, masyarakat perlu meningkatkan kepedulian melalui sosialisasi, edukasi, dan upaya bersama untuk mengenali serta mencegah berbagai bentuk kekerasan.

Selain aspek pencegahan, keberanian untuk melaporkan kasus kekerasan juga menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Korban maupun pihak yang mengetahui adanya dugaan tindak kekerasan diharapkan tidak tinggal diam dan dapat melaporkannya kepada pihak berwenang agar korban memperoleh perlindungan serta pendampingan yang diperlukan.

Salah satu jalur yang dapat dimanfaatkan adalah layanan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sekadau sesuai dengan kewenangannya.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan SMA Negeri 1 Sekadau, SMA Keling Kumang, Misdinas Paroki Sekadau, Badan Eksekutif Mahasiswa ITKK, Keluarga Mahasiswa Katolik ITKK, Muda Mudi Sekadau, Komunitas Tawak Borneo, Polres Sekadau, serta Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sekadau.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi momentum untuk memperluas wawasan, bertukar pandangan, dan memperkuat pemahaman bahwa perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Komunitas Tawak Borneo mendorong generasi muda Kabupaten Sekadau agar tidak hanya memahami persoalan kekerasan seksual, tetapi juga mengambil peran nyata dalam upaya pencegahan.

Peran tersebut dapat diwujudkan melalui penyebaran informasi edukatif, pembentukan budaya saling menghormati, peningkatan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta dukungan kepada korban agar berani mencari pertolongan dan memperoleh perlindungan.

Generasi muda diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dengan membangun lingkungan pergaulan yang sehat, aman, dan inklusif, sekaligus menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kolaborasi antara komunitas, lembaga pendidikan, pemerintah, dan aparat penegak hukum diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan kekerasan seksual di Kabupaten Sekadau secara berkelanjutan.

Pemuda bukan sekadar bagian dari masyarakat, melainkan juga memiliki peran strategis dalam menghadirkan perubahan. Dengan pengetahuan, kepedulian, dan keberanian untuk bertindak, generasi muda diharapkan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Sekadau yang aman, ramah bagi perempuan dan anak, serta bebas dari kekerasan.(Red)