*Di Kota Injil, Panggilan Tugas Terasa Lebih Suci: “Ayo Pace Mace Mari Kita Nobar Kisah TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari”*

 

*Manokwari, Papua Barat* – Manokwari dikenal sebagai “Kota Injil” sejak Injil pertama kali masuk ke Tanah Papua tahun 1855. Bagi prajurit Kodim 1801/Manokwari, sebutan itu bukan sekadar nama, tapi jadi pengingat bahwa setiap tugas yang diemban punya makna lebih dari sekadar pengamanan.

Dandim 1801/Manokwari Letkol Infanteri David Sutrisno Sirait, S.E., menyebut suasana Manokwari memberi warna tersendiri bagi prajuritnya di saat melaksanakan TMMD ke-128. “Di sini, panggilan militer terasa lebih menyentuh. Kami bukan hanya menjaga wilayah, tapi juga ikut menjaga nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kedamaian yang sudah lama hidup di tengah masyarakat,” ujarnya saat berbincang di lokasi TMMD Ke-128, Kampung tanah rubuh distrik manokwari utara, Jum’at (15/5/2026)

Menurut Letkol David Sirait, julukan ‘memanggil’ bagi Kodim 1801/Manokwari, bukan soal perintah komando semata. Banyak anggotanya mengaku terpanggil secara pribadi untuk hadir lebih dekat dengan warga. Mulai dari program TNI Manunggal Membangun Desa di distrik manokwari utara, pembinaan generasi muda lewat Paskibra dan pramuka, hingga gotong royong membangun rumah warga dan tempat ibadah bersama masyarakat adat, yang akan di tayangkan pada hari sabtu (16/05) di Kompas tv, Mari kitorang sukseskan program TNI.

“Kalau kami turun ke kampung, yang disambut bukan seragamnya. Tapi sapaan ‘abang tentara’ dan ajakan makan pinang bareng. Di situlah kami merasa, tugas ini lebih dari pekerjaan. Ini panggilan untuk mengabdi,” cerita perwira lulusan Akmil 2003 itu.

Ia mencontohkan, saat personel Kodim 1801/Manokwari, ketika gotong-royong membangun kampung tanah rubuh di saat TMMD Ke-128 ini dan membantu evakuasi warga saat banjir di Distrik Warmare akhir Maret lalu, banyak prajurit yang turun tanpa menunggu perintah tertulis. “Mereka tahu, di Kota Injil ini, membantu sesama warga sudah jadi budaya. Jadi kami menyesuaikan diri dengan kearifan lokal, bukan sebaliknya,” kata David.

Kodim 1801/Manokwari saat ini membawahi beberapa Koramil dengan wilayah tanggung jawab mencakup Manokwari, Manokwari Barat, dan dan manokwari utara. Selain tugas pertahanan, satuan ini aktif dalam program ketahanan pangan, penanganan stunting, dan pendampingan UMKM binaan.

Letkol David menegaskan, kunci hubungan baik TNI dan masyarakat Manokwari ada pada komunikasi dan empati. “Kami selalu ingat pesan orang tua di sini: jaga hati orang Papua. Kalau hati sudah dijaga, keamanan dan pembangunan akan ikut jalan,” tutupnya.

(TK)