DARI 11 SAMPEL 10 ORANG TERKONFIRMASI POSITIF BARU

 

Sorong papua barat – MPGI News. Tim Satgas Covid-19 Kota Sorong meyampaIkan kembali Perkembangan Data Covid-19 dikota Sorong, Tim Satgas telah menerima hasil pemriksaan sebanyak 11 sampel, dan dari 11 sampel tersebut terdapat penambahan positif sebanyak 10 orang sehingga total penambahan kasus positif di kota sorong bertambah menjadi 1.362 orang. Kemudian saat ini tim satgas Covid-19 kota sorong masih menunggu proses pemeriksaan sampel sebanyak 299 sampel.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Sorong, Ruddy R. Laku, S.Pi.,MM, Kamis (15/10/2020), pada jumpa pers yang berlangsung di depan Posko Satgas Covid-19 Kota Sorong menyampaikan, untuk saat ini di diklat kampung salak telah ditangani Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 44 orang.

Berikut ini kami akan menyampaikan secara keseluruhan perkembangan data Covid-19 di kota sorong :

(1) Kontak erat
Total = 6.050
Proses karantina = 42
Discharded = 6.008

(2) Suspek
Total = 713
Dalam pemantauan = 71
Sedang dirawat = 10
Discharded = 632

(3) Probable = 5
Total = 5

(4) Hasil pemeriksaan
Terkonfirmasi = 1.362
Negatif = 3.981
Sembuh = 1.270
(5) Pasien Meniggal:
RT-PCR(+) = 20
RT-PCR(-) = 4
Probable suspe = 6

“Saat ini penyebaran sudah ada pada cluster perkantoran, cluster keluarga bahkan cluster pasar juga ada, hanya saja jika ditanyakan presentasenya berapa besar presentase dari cluster keluarga, berapa besar dari perkantoran, dan lainnya, kita perlu koordinasikan dengan tim surveilans untuk merekap lagi data tersebut,” Kata Jubir.

Terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan, sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 17 Tahun 2020 terdapat pelanggaran sebanyak 1.563 pelanggaran, dengan jumlah denda sebanyak Rp. 25.900.000 dan semua dana denda tersebut sudah disetor ke Badan Pengelolaan Pajak Dan Retribusi Daerah (Dispenda).
Disebutkan juga untuk pelanggar protokol kesehatan ini sebagian besar merupakan pelanggar protokol kesehatan perorangan yang tidak menggunakan masker, kemudia terdapat tiga unit usaha juga yang melakukan pelanggaran, yaitu satu toko sembako dan dua warung makan.
Untuk itu kami berharap agar, masyarakat jangan takut karena dendanya, tetapi harus timbulkan kesadaran dalam diri sendiri untuk menjaga agar tidak terjadi lagi penyebaran virus Covid-19 di kota sorong.

“Saya diperintahkan oleh Walikota, agar Satpol PP, TNI, Polri untuk melakukan pengamanan di lapangan guna mengamankan ataupun menegakkan aturan yang berlaku di masyarakat agar tidak terjadi kerumunan dan tidak berkumpul, termasuk jam malam yaitu jam delapan malam,” Ucap Jubir.

Lanjutnya, jika dilihat saat ini sudah banyak mall dan unit usaha yang tutup di jam 8 malam untuk menghindari kerumunan orang pada area-area publik, termasuk toko-toko, dan juga rumah makan, dimana rumah makan juga telah menjual makanan dengan dibungkus, atau tidak diperbolehkan untuk makan ditempat. Walaupun masih ada beberapa rumah makan yang tidak mematuhi peraturan tersebut, namun hal tersebut perlu di ingatkan kembali kepada rumah makan atau unit usaha yang belum mematuhi peraturan yang ada,”tegasnya.

(Timo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*