Bangun Kepedulian, Wakapolresta Sorong Kota Ajak Jemaat Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

Daerah, TNI / POLRI23 Dilihat

Kota Sorong – mpginews.id – Polresta Sorong Kota melalui kegiatan Minggu Kasih terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kali ini, edukasi tentang bahaya perundungan atau bullying disampaikan kepada jemaat Gereja GKI Pengharapan Kabanolo, Kelurahan Matamalagi, Kota Sorong, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIT tersebut dihadiri oleh Pendeta Sina Mangenteno, S.Th., majelis jemaat, serta jemaat gereja, termasuk anak-anak dan remaja.

Dalam kesempatan itu, Wakapolresta Sorong Kota Akbp Gleen Rooi Molle, S.I.K, M.H hadir mewakili Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Amry Siahaan, S.I.K., M.H., untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

Dalam imbauannya, Wakapolresta menyoroti fenomena perundungan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, keluarga, tempat kerja, maupun lingkungan sosial lainnya. Ia menjelaskan bahwa perundungan merupakan tindakan menyakiti orang lain secara sengaja dan berulang dengan memanfaatkan ketimpangan kekuatan.

Perundungan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari tindakan fisik seperti memukul dan mendorong, perundungan verbal melalui ejekan, hinaan dan makian, perundungan sosial dengan mengucilkan atau menyebarkan rumor buruk, hingga perundungan siber melalui media sosial dan grup percakapan.

Ia menegaskan bahwa perundungan tidak boleh dianggap sebagai candaan biasa karena dapat berdampak terhadap kondisi psikologis anak, menurunkan rasa percaya diri, menimbulkan ketakutan, serta menghambat perkembangan dan keberanian anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

“Anak-anak perlu diajarkan untuk berani menyampaikan bahwa dirinya tidak suka diperlakukan secara tidak baik. Berani bukan berarti membalas dengan kekerasan, tetapi berani menolak perundungan dan mencari bantuan kepada orang tua, guru, maupun orang dewasa yang dipercaya,” pesannya Akbp Gleen.
Sejalan dengan tema kepedulian, Wakapolresta juga mengajak seluruh jemaat untuk meningkatkan perhatian terhadap anak-anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, gereja, maupun pergaulan sehari-hari. Orang tua diharapkan memberikan teladan melalui perkataan dan tindakan yang baik, serta tidak melakukan penghinaan atau membanding-bandingkan anak yang dapat melukai perasaan dan harga diri mereka.

Ia turut mengingatkan bahwa tindakan perundungan yang memenuhi unsur pelanggaran hukum dapat diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena itu, kepedulian dan peran aktif semua pihak sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya perundungan sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolresta juga menyosialisasikan Layanan Polisi 110 yang dapat dihubungi masyarakat secara gratis selama 24 jam ketika membutuhkan bantuan kepolisian, termasuk untuk melaporkan gangguan kamtibmas maupun kejadian yang memerlukan kehadiran petugas.

“Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Jika membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi Layanan 110 secara gratis. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, Pendeta Sina Mangenteno bersama majelis jemaat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pesan kamtibmas yang diberikan. Mereka berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilaksanakan, khususnya dengan memberikan materi kepada kalangan pemuda dan remaja dalam berbagai kegiatan gereja.

Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian menyatakan siap mendukung kegiatan pembinaan dan edukasi masyarakat. Jemaat yang membutuhkan kehadiran personel Polri untuk memberikan penyuluhan dapat mengajukan permohonan secara resmi kepada pihak kepolisian.

Melalui kegiatan Minggu Kasih, Polresta Sorong Kota terus mengimplementasikan program *_“Polisi Bersama Masyarakat”_* dengan membangun komunikasi, memperkuat kepedulian sosial, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

(Tim/Red)