Ada Apa Dengan Polemik Terhentinya Delapan Hari SPPG MBG Keresek 2 Cibatu Garut ??? Simaklah Beritanya

Daerah220 Dilihat

GARUT MPGI-NEWS.id. Dapur MBG SPPG Keresek Dua yang beralamat di kp. asem kulon Desa keresek kecamatan Cibatu Garut, saat ini menjadi kesenjangan 47 para pekerjanya dan folemik tajam tersorot ketika dapur SPPG tersebut diduga malah membuka kembali dapurnya ditempat lain masih di wilayah kecamatan Cibatu kabupaten Garut.

SPPG Keresek Dua dibawah naungan yayasan Al-Hidayatul, dengan ketuanya Saiful Bahri telah memperkerjakan sebanyak 47 orang dengan kuota penerima manfaat MBG 2300 porsi, sekarang sudah tidak beroperasi selama delapan hari, hal ini disampaikan oleh salah seorang pekerja yang berinisial (A). ” memang pemberitahuan diliburkan ada, melalui gruf whast uf dengan tidak mencantumkan waktu sampai kapan, bahkan menurut informasi yang didapat dari beberapa karyawan yang bekerja di SPPG Keresek dua menyebut, dalam tubuh management dapur SPPG Keresek dua ini, selalu ada banyak permasalahan internal dapurnya,

Kamis 30/04/26 tim investigasi media MPGI-News.id. menelusuri polemik kisruhnya SPPG Keresek dua ini dibalik peristiwa sudah delapan hari tidak beroperasinya dapur ini, bahkan menyebut dalam waktu dekat ini akan dibawa keranah musyawarah di tingkat FORKOPIMCAM Cibatu, ujar salah seorang Relawan yang minta tidak disebutkan namanya.

Di tempat terpisah tim media dalam penelusuran selanjutnya, berkunjung ke kediaman salah seorang yang berinisial (DR) yang tercatat sebagai karyawan di Dapur SPPG dimaksud dengan jabatan (Aslap).

Dalam wawancaranya DR menerangkan bahwa : ” ya pak benar sudah 8 hari dapurnya tersebut tidak berjalan tidak beroperasi, ini para pekerja pun pada datang ke rumah saya menanyakan nasibnya, bahkan dengan berbagai informasi yang didapat dapur SPPG KERESEK 2 ini akan pindah ke wilayah desa Kertajaya, dan katanya sudah membuka rekrutmen lowongan kerja, “, ujar DR.

Menurut DR dalam sepengetahuanya, memang selama ini dapurnya selalu ada permasalahan dari mulai sarana dapur SPPG Keresek 2 ini (Status Kontrak), memang belum mempunyai standar IPAL (SLHS ) sehingga warga sekitarpun banyak keluhan, suasana management ditubuh internal tidak sehat, diduga antara pihak yayasan dengan Management ( Kepala dapur, Accounting, VAICY ) bahkan suasana ketidaknyamanan bekerja berimbas pada pekerjanya dibawah, tegasnya.

DR menerima pesan harapan dari para pekerjanya yang akan disampaikan di Forkopimcam Cibatu, ” meminta Forkopimcam Cibatu memanggil pihak Yayasan dan kepala SPPG MBG Keresek 2, untuk bertanggung jawab atas para pekerjanya dengan keterangan yang jelas, jangan sampai terjadi konflik horizontal di tengah kesenjangan masyarakat, dengan maksud seandainya dapur ini pindah, coba jelaskan dahulu nasib kita jangan membuka merekrut dulu pekerja baru, kami ini melamar bekerja dengan legalitas yang lengkap bahkan pakai ijasah dan tes seleksi, pungkasnya. ** (Ndank.Supardin).
Publishare ; Red. 03.SA.

Caption ; Hingga Berita ini ditayangkan pihak SPPG Keresek 2 sudah dihubungi melalui kontak telpon HP dan perpesanan whast uf tapi belum menjawab.