Sorong papua barat – MPGI News Tiga puskesmas di Kota Sorong ditutup sementara waktu selama empat hingga lima hari ke depan. Ketiga puskesmas tersebut yaitu, Puskesmas Remu, Puskesmas Malanu dan Puskesmas Malawei. Penutupan sementara ketiga puskesmas tersebut, bertujuan agar proses pelayanan lebih aman diakses oleh petugas dan masyarakat usai dilakukan sterilisasi.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Hermanus Kalasuat saat diwawancarai wartawan menyebutkan bahwa ada tiga point penting sehingga ditutupnya tiga puskesmas tersebut. Pertama, karena ada tenaga dokter dan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kedua, selama tujuh bulan masa pandemi Covid-19, tenaga dokter dan kesehatan di puskesmas tetap bekerja. Dengan adanya kondisi tersebut, tenaga dokter dan nakes dari ketiga puskesmas tadi diberi waktu untuk beristirahat.

Ketiga, ditutupnya ketiga puskesmas tersebut, untuk dilakukannya Disterilisasi dan desinfeksi di tempat pelayanan.

“Kami juga perlu menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik karena penutupan puskesmas. Meskipun ditutup untuk sementara, tetapi pelayanan tetap berjalan dan dibuka di puskesmas-puskesmas lainnya yang bersedia menanganinya,” katanya

Disebutkan, untuk masyarakat yang biasanya melakukan pengobatan di Puskesmas Remu, untuk sementara dapat berobat di Puskesmas Sorong. Sedang masyarakat yang biasanya berobat di Puskesmas Malawei, dapat juga berobat di Puskesmas Sorong dan Puskesmas Rufei atau Puskesmas Tanjung Kasuari yang ada di Distrik Sorong Barat.

Bagi masyarakat yang biasanya berobat di Puskesmas Malanu, dapat menjalani pengobatan di Puskesmas Sorong dan Puskesmas Klasaman yang berlokasi di Km. 12, jalan S. Kamundan.

“Jadi kami ada antisipasi agar tidak terjadi kekosongan pelayanan. Jadi warga kita yang berada di lokasi puskesmas yang ditutup, dianjurkan untuk melakukan pengobatan di puskesmas-puskesmas terdekat,” kata Kadiskes Kota Sorong.

Terkait dengan tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19, lanjutnya, sebagian besar melakukan isolasi mandiri, serta tetap melakukan pemantauan situasi dan pertimbangan masalah keamanan di tempat tinggal masing-masing,

“Jika tempat tinggal tidak memungkinkan untuk dilakukan isolasi mandiri, maka bisa dianjurkan untuk diisolasi di Diklat Kampung Salak,” tutur Kadiskes Kota Sorong.
(Timo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*