Silaturahmi di Mahkamah Agung, FORSIMEMA-RI Perkuat Sinergi Media Peradilan dan Komitmen Jaga Integritas Pers

MPGINEWS.ID – JAKARTA – Suasana hangat penuh keakraban mewarnai pertemuan antara Ketua Dewan Penasehat FORSIMEMA-RI, Budi Rahardjo, yang juga menjabat sebagai CEO dan Pemimpin Redaksi MATRA Group, dengan Ketua Umum FORSIMEMA-RI, Syamsul Bahri, yang juga merupakan Kabiro Iklan & Promosi Majalah PINISI serta Redaksi Pinisi.co.id. Pertemuan berlangsung di Teras Kantin Mahkamah Agung (MA) RI, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Meski dikemas dalam suasana santai sambil menikmati secangkir kopi, pertemuan tersebut sarat makna dan menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi, konsolidasi organisasi, serta menyamakan visi mengenai peran strategis media yang bertugas di lingkungan Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya.

Dalam diskusi yang berlangsung secara akrab tersebut, kedua tokoh media membahas berbagai isu strategis terkait penguatan organisasi Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI), sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret guna meningkatkan kualitas pemberitaan hukum yang profesional, objektif, dan berintegritas.

Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan sinergi antara media dan Mahkamah Agung. Menurut keduanya, hubungan yang harmonis perlu terus dibangun sebagai bentuk kemitraan yang sehat dalam mendukung keterbukaan informasi publik, tanpa mengurangi independensi dan fungsi kontrol sosial yang dimiliki pers.

Selain itu, pertemuan juga menegaskan kembali pentingnya menjaga profesionalisme, integritas, serta kode etik jurnalistik bagi seluruh wartawan yang menjalankan tugas peliputan di lingkungan lembaga peradilan. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap media.

Tidak hanya membahas aspek pemberitaan, FORSIMEMA-RI juga mematangkan sejumlah program kerja strategis yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Agenda tersebut meliputi penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD), seminar, diskusi publik, hingga kegiatan edukasi hukum kepada masyarakat mengenai berbagai kebijakan terbaru di bidang peradilan, termasuk implementasi Restorative Justice serta modernisasi sistem peradilan berbasis teknologi informasi.

Ketua Umum FORSIMEMA-RI, Syamsul Bahri, menilai pertemuan informal semacam ini memiliki nilai strategis karena mampu menghadirkan komunikasi yang lebih terbuka dan produktif dalam menyerap berbagai masukan dari Dewan Penasehat.

“Ruang diskusi tidak harus selalu kaku dalam forum formal. Di Teras Kantin MA ini, sambil menikmati kopi, kami menyelaraskan visi untuk memastikan FORSIMEMA-RI terus konsisten menjadi jembatan informasi yang objektif, berimbang, dan berintegritas antara Mahkamah Agung dan publik,” ujar Syamsul Bahri.

Ia menambahkan, FORSIMEMA-RI akan terus berupaya menjadi wadah bagi insan pers yang bertugas di lingkungan Mahkamah Agung untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat solidaritas, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan sistem peradilan yang semakin terbuka dan dipercaya masyarakat.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat FORSIMEMA-RI, Budi Rahardjo, memberikan apresiasi atas konsistensi kepengurusan FORSIMEMA-RI yang terus mengedepankan pemberitaan hukum secara profesional dan bertanggung jawab.

Menurutnya, media yang meliput sektor peradilan memiliki tanggung jawab moral yang besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara akurat, berimbang, dan tidak menyesatkan.

“Media di lingkungan peradilan memiliki tanggung jawab moral yang besar. Sinergi yang baik dengan Mahkamah Agung harus terus dirawat tanpa mengorbankan profesionalisme dan daya kritis pers,” tegas Budi Rahardjo.

Ia juga mengajak seluruh insan pers yang tergabung dalam FORSIMEMA-RI untuk terus meningkatkan kualitas diri, bekerja secara cerdas (smart journalism), menjunjung tinggi etika profesi, serta menjaga kepercayaan publik melalui karya jurnalistik yang berkualitas.

Pertemuan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk segera merealisasikan berbagai agenda strategis organisasi. Langkah itu diharapkan mampu memperkuat peran FORSIMEMA-RI sebagai mitra konstruktif Mahkamah Agung dalam mendukung terwujudnya badan peradilan yang agung, modern, transparan, dan terpercaya.

( Red-FS)

Sumber  : Syamsul Bahri

Komentar