Mpginews.id,Jakarta, | 30 Juli 2026, –Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan lembaga peradilan di seluruh Indonesia. Sinergi tersebut merupakan langkah strategis dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik, memperkuat akuntabilitas peradilan, serta meningkatkan edukasi hukum kepada masyarakat.
Ketua Umum FORSIMEMA-RI, Syamsul Bahri, menyampaikan bahwa peran pers dan media di lingkungan peradilan tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pilar kontrol sosial yang konstruktif serta mitra strategis dalam mengawal penegakan hukum yang adil, transparan, dan berintegritas.
Poin-Poin Utama Sinergitas
1. Penguatan Transparansi dan Keterbukaan Informasi Publik
FORSIMEMA-RI mendorong semakin terbukanya akses masyarakat terhadap informasi perkara maupun kebijakan lembaga peradilan. Upaya ini sejalan dengan prinsip peradilan yang terbuka, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
2. Edukasi Kebijakan dan Pembaruan Hukum
FORSIMEMA-RI berperan sebagai jembatan komunikasi dalam menyosialisasikan berbagai program strategis Mahkamah Agung, mulai dari modernisasi layanan peradilan berbasis teknologi seperti e-Court dan e-Berpadu hingga penguatan implementasi pendekatan Restorative Justice (Keadilan Restoratif).
3. Objektivitas dan Profesionalisme Pemberitaan
FORSIMEMA-RI berkomitmen mendorong lahirnya karya jurnalistik yang objektif, berimbang, serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah (presumption of innocence), sehingga dapat menjaga marwah, independensi, dan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.
4. Penguatan Ruang Dialog dan Kolaborasi
FORSIMEMA-RI akan terus membuka ruang diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD), audiensi, serta forum komunikasi berkala untuk membahas berbagai isu strategis penegakan hukum sekaligus merumuskan solusi atas tantangan komunikasi publik di lingkungan peradilan.
Dalam keterangannya, Syamsul Bahri menegaskan bahwa hubungan antara media dan lembaga peradilan harus dibangun dalam semangat kemitraan yang saling menghormati fungsi masing-masing.
«”Sinergi antara media dan lembaga peradilan bukanlah bentuk intervensi, melainkan kemitraan yang saling menguatkan. Media berperan memastikan keadilan dapat disaksikan oleh publik (justice must be seen to be done), sementara lembaga peradilan tetap menjalankan tugasnya secara independen tanpa intervensi dari pihak mana pun,” ujar Syamsul Bahri.»
Melalui semangat kolaborasi tersebut, FORSIMEMA-RI mengajak seluruh insan pers yang tergabung dalam forum untuk senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, dan semangat gotong royong dalam mendukung terwujudnya badan peradilan Indonesia yang agung, modern, transparan, dan terpercaya.
Penulis: Syamsul Bahri
Ketua Umum FORSIMEMA-RI
Editor : DM MPGI








Komentar