MPGINEWS.ID – BERAU, KALTIM – Warga Kampung Kasai, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini hidup dalam kecemasan akibat seringnya kemunculan buaya di perairan sungai maupun kawasan pesisir kampung. Keberadaan satwa predator tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan rasa takut yang berkepanjangan.,(25/07/2026).
Dalam beberapa waktu terakhir, buaya dilaporkan beberapa kali terlihat di sekitar Sungai Kasai hingga kawasan pantai yang menjadi lokasi aktivitas sehari-hari warga. Kondisi tersebut membuat masyarakat membatasi aktivitas mereka, terutama para nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil laut.
Selain nelayan yang merasa waswas saat melakukan perawatan perahu maupun melaut, para ibu rumah tangga juga mengaku enggan beraktivitas di sekitar pesisir. Anak-anak pun kini dilarang bermain di tepi sungai maupun pantai demi menghindari risiko serangan buaya.
Salah seorang warga Kampung Kasai, Muhammad Sail, mengungkapkan bahwa masyarakat sudah terlalu lama hidup dalam ketakutan tanpa adanya langkah nyata dari pemerintah maupun instansi terkait.
“Beberapa sanak saudara kami mencari nafkah dari laut. Tapi sekarang laut justru menjadi ancaman. Mau ke mana lagi kami mencari makan? Pemerintah harus hadir. Jangan tunggu ada korban lagi baru bertindak,” tegas Muhammad Sail.
Menurutnya, kemunculan buaya bukan lagi peristiwa baru. Bahkan, kata dia, sejumlah warga sebelumnya disebut pernah menjadi korban serangan satwa liar tersebut. Meski demikian, hingga kini belum terlihat adanya penanganan yang dinilai memadai.
Muhammad Sail menilai masih minimnya sosialisasi kepada masyarakat, belum adanya pemasangan rambu-rambu peringatan di lokasi rawan, serta belum dilakukan upaya evakuasi maupun penangkapan terhadap buaya yang dianggap membahayakan keselamatan warga.
Atas kondisi tersebut, masyarakat Kampung Kasai mendesak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau, serta Pemerintah Kabupaten Berau untuk segera mengambil langkah konkret.
Warga menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni melakukan evakuasi atau penangkapan terhadap buaya yang dinilai meresahkan, memasang rambu-rambu peringatan di titik-titik rawan kemunculan buaya, serta memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan saat berhadapan dengan satwa tersebut.
“Jangan sampai kami kehilangan anak atau saudara baru pejabat datang. Kami butuh tindakan sekarang, bukan sekadar janji,” ujar Muhammad Sail.
Sementara itu, salah seorang staf Kampung Kasai yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pihak pemerintah kampung akan menindaklanjuti keluhan masyarakat.
Menurutnya, aspirasi warga akan segera disampaikan kepada Kepala Kampung Kasai, sekaligus dilakukan koordinasi untuk mengirimkan surat resmi kepada instansi yang berwenang agar segera melakukan penanganan.
“Kami akan menindaklanjutinya. Bahkan saya akan berkoordinasi dengan Kepala Kampung untuk melakukan penyuratan kepada instansi terkait,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari BKSDA Kalimantan Timur, BPBD Kabupaten Berau maupun Pemerintah Kabupaten Berau terkait langkah penanganan atas keluhan warga tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu jatuhnya korban berikutnya sebelum mengambil tindakan. Warga menginginkan solusi cepat agar aktivitas nelayan, anak-anak, dan seluruh masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman tanpa dihantui ancaman kemunculan buaya di perairan Kampung Kasai.
Reporter : Sudirman





Komentar