Kota Sorong PBD – MPGI NEWS.ID//Rapat Koordinasi dan Konsultasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam menentukan arah pembinaan olahraga prestasi di provinsi termuda di Indonesia tersebut. Bertempat di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong, Selasa (21/7/2026), seluruh pemangku kepentingan olahraga berkumpul untuk menyatukan langkah menjelang pelaksanaan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) KONI Papua Barat Daya sekaligus membahas mekanisme penjaringan bakal calon Ketua Umum KONI Papua Barat Daya masa bakti 2026–2030.
Rapat dipimpin langsung oleh Caretaker Ketua KONI Papua Barat Daya, Mayjen TNI (Purn) Eko Budi Supriyono, didampingi jajaran pengurus KONI Pusat serta dihadiri unsur Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, pimpinan organisasi perangkat daerah, pengurus cabang olahraga, dan sejumlah tokoh olahraga daerah. Kehadiran seluruh elemen tersebut dinilai menjadi bukti besarnya komitmen bersama dalam membangun fondasi organisasi olahraga yang profesional dan berorientasi pada prestasi.
Dalam arahannya, Mayjen TNI (Purn) Eko Budi Supriyono menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan caretaker bukan sekadar menjalankan roda organisasi, tetapi memiliki tanggung jawab menyiapkan KONI Papua Barat Daya agar memiliki kepemimpinan yang kuat, legal, dan mampu membawa olahraga daerah menuju prestasi yang lebih tinggi. Ia mengapresiasi tingginya partisipasi para pengurus cabang olahraga yang hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan atlet Papua Barat Daya.
Menurutnya, KONI memiliki peran strategis sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Organisasi tersebut tidak hanya bertugas mengoordinasikan pembinaan cabang olahraga, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam menyusun kebijakan olahraga, meningkatkan kualitas pembinaan atlet, menyelenggarakan berbagai kejuaraan, hingga melakukan evaluasi terhadap program pembinaan prestasi yang dijalankan di daerah.
Dalam forum tersebut juga ditegaskan bahwa pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga, termasuk melalui pendanaan yang bersumber dari APBN, APBD provinsi, APBD kabupaten/kota, kerja sama, partisipasi masyarakat, dunia usaha, hingga sumber pendanaan lain yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain membahas tata cara penjaringan calon Ketua Umum KONI Papua Barat Daya, rapat juga menyoroti sejumlah agenda pembinaan atlet yang telah disusun hingga tahun 2027. Pada Oktober 2026, atlet Papua Barat Daya dijadwalkan mengikuti kejuaraan di Manado, kemudian berlanjut pada kompetisi bola voli pantai di Ancol pada November 2026. Sementara pada tahun 2027, Papua Barat Daya akan mempersiapkan atlet menghadapi PON Remaja dan PON Indoor yang akan digelar di Jakarta.
Mayjen TNI (Purn) Eko Budi Supriyono juga menyampaikan target ambisius Papua Barat Daya pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat dengan raihan minimal lima medali emas. Target tersebut dinilai realistis apabila seluruh cabang olahraga mampu meningkatkan kualitas pembinaan atlet secara berkelanjutan serta didukung organisasi yang solid dan kepemimpinan yang memiliki visi jelas.
Ia menambahkan bahwa figur Ketua Umum KONI Papua Barat Daya yang akan dipilih melalui Musprovlub nantinya harus memiliki integritas, kemampuan komunikasi yang baik, visi dan misi yang jelas, mampu mengelola organisasi secara profesional, menyelesaikan konflik secara bijaksana, serta memiliki komitmen kuat dalam membangun prestasi olahraga daerah. Kepemimpinan yang adaptif dan mampu bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk membawa KONI Papua Barat Daya berkembang lebih maju.
Melalui rapat koordinasi dan konsultasi tersebut, KONI Papua Barat Daya berharap seluruh proses menuju Musyawarah Provinsi Luar Biasa dapat berjalan transparan, demokratis, dan sesuai dengan ketentuan organisasi. Hasil pertemuan ini diharapkan menjadi pijakan awal dalam memperkuat tata kelola organisasi olahraga sekaligus mempercepat pembinaan atlet agar Papua Barat Daya mampu tampil kompetitif di berbagai ajang olahraga nasional pada masa mendatang.
(TK)








Komentar