Garut MPGI-NEWS.id. Di tengah upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan layanan kesehatan di wilayah pedesaan di tingkat Kecamatan, yaitu berdirinya Rumah Sakit (RS) Limbangan yang terletak di lintas jalan provinsi tepatnya di wilayah Desa Limbangan Timur Kecamatan Limbangan Kabupaten Garut Jawa Barat.
RSUD Limbangan kini masih belum dapat digunakan oleh masyarakat, untuk layanan kesehatan, meskipun bangunan utamanya telah berdiri dengan desain yang megah proyek ini terhenti pada tahap akhir kemungkinan masalah kurangnya anggaran yang menunjang, yang akhirnya bisa terjadi mangkrak.
Berdirinya RSUD Limbangan ini atas gagasan Inisiatif dari kepemimpinan Bupati Garut sebelumnya, Rudy Gunawan yang melihatnya sebagai solusi untuk mengatasi kesenjangan akses kesehatan di bagian utara kabupaten tersebut.
Proyek pembangunan RS Limbangan dimulai pada tahun 2020 dengan strategi bertahap, dengan terlaksananya mempertimbangkan keterbatasan keuangan daerah dengan anggaran keseluruhan yang direncanakan mencapai jumlah yang signifikan, yakni puluhan miliar rupiah, namun pelaksanaannya disesuaikan dengan alokasi tahunan.
Mengedukasi ini umumnya dilakukan dalam proyek infrastruktur publik di Indonesia, di mana pemerintah daerah harus menyeimbangkan antara kebutuhan kesehatan, pendidikan, dan pembangunan lainnya untuk menghindari defisit anggaran yang berlebihan.
Pada fase permulaan antara tahun 2020 dan 2021, Pemerintah Kabupaten Garut menyisihkan dana sekitar Rp10 miliar untuk pekerjaan konstruksi dasar, seperti fondasi dan struktur bangunan,
dukungan tambahan datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berkomitmen memberikan bantuan sebesar Rp15 miliar untuk mempercepat proyek.
Kolaborasi lintas tingkatan ini penting, karena sering kali proyek kesehatan di daerah terpencil membutuhkan sinergi untuk mengatasi hambatan logistik dan teknis.
Kemudian pada tahun 2022, pembangunan memasuki tahap ketiga dengan pengalokasian dana sekitar Rp5 miliar lebih, anggaran ini difokuskan pada kelanjutan konstruksi fisik, dengan harapan dapat mencapai kemajuan sekitar 70 persen. Namun, dalam praktiknya, penyelesaian total bangunan belum tercapai, yang menunjukkan tantangan umum seperti fluktuasi harga bahan bangunan atau perubahan spesifikasi yang diperlukan untuk memenuhi standar keselamatan.
Tahun 2023 ditandai dengan penekanan pada perencanaan lebih lanjut, melalui proses lelang, Pemerintah Kabupaten Garut mengalokasikan sekitar Rp200 juta untuk layanan konsultansi perencanaan tahap keempat, langkah krusial ini untuk memastikan bahwa desain akhir rumah sakit memenuhi persyaratan teknis dan regulasi kesehatan nasional, seperti yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, guna menghindari masalah di masa depan yang bisa meningkatkan biaya operasional.
Pada tahun 2024, proyek melanjutkan ke tahap kelima dengan anggaran yang lebih besar, berdasarkan informasi dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), pemerintah daerah menetapkan pagu anggaran sebesar Rp9,57 miliar, atau secara spesifik Rp9.532.749.000, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024, dana ini digunakan untuk melanjutkan pembangunan gedung, termasuk penyempurnaan elemen-elemen penting seperti sistem ventilasi, instalasi listrik, dan ruang isolasi yang sesuai dengan protokol kesehatan modern.
Dalam penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, RS Limbangan dijadwalkan untuk mulai beroperasi pada tahun 2028, saat ini fokus utama adalah menyelesaikan fasilitas pendukung seperti jaringan infrastruktur, peralatan medis, dan sumber daya manusia yang terampil. “Kami masih berjuang dengan keterbatasan anggaran, sehingga prioritas kami adalah memastikan semua infrastruktur dasar siap sebelum rumah sakit ini bisa melayani masyarakat ” ungkap dr. Leli dalam sebuah diskusi pada Senin, 19 /01/26. (dilansir dari Hai Garut.com).
Pengalaman dr. Leli di bidang kesehatan daerah, yang mencakup pengelolaan beberapa fasilitas medis lainnya, menambah bobot pada pernyataannya, menunjukkan komitmen untuk memastikan standar layanan yang tinggi.
Dari perspektif masyarakat Garut Utara, RS Limbangan dianggap sebagai aset vital untuk memperbaiki akses layanan kesehatan. Wilayah ini sering kali menghadapi kesulitan geografis, seperti jalan yang berliku dan terbatasnya transportasi, yang membuat penduduk harus melakukan perjalanan jauh ke rumah sakit di pusat kota.
Seiring dengan pergantian Bupati Garut yang baru, masyarakat bertanya tanya, ” apakah bangunan ini akan dilanjutkan atau jadi bangunan yang mubajir “, kini masyarakat menyimpan harapan besar atas beroperasinya fasilitas ini, yang diharapkan dapat mengurangi beban pada rumah sakit lain, meningkatkan deteksi dini layanan kesehatan dalam mendukung program kesehatan nasional, seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). **(Ndank.S).
Publishare; Red.03.SA.








Komentar